Jejak Febrie Adriansyah di Unja, Dikenal Cerdas dan Suka Main Gaple

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jejak Febrie Adriansyah di Unja, Dikenal Cerdas dan Suka Main Gaple ( Foto: dok. Ist)

Jejak Febrie Adriansyah di Unja, Dikenal Cerdas dan Suka Main Gaple ( Foto: dok. Ist)

Dengarkabar.com – Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jambi (FH Unja). Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan 1986 dan menyelesaikan pendidikan hukumnya sebelum meniti karier di Korps Adhyaksa hingga menduduki jabatan strategis saat ini.

Salah seorang teman kuliahnya, Jaelani, membagikan kenangan mengenai sosok Febrie semasa menempuh pendidikan di FH Unja. Kini, Jaelani menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Jambi.

Menurut Jaelani, Febrie dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Ia diterima di Fakultas Hukum Universitas Jambi melalui jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK), yakni jalur prestasi tanpa mengikuti tes masuk.

“Beliau mahasiswa yang cerdas, diterima sebagai mahasiswa FH Unja angkatan 1986 lewat jalur PMDK (penelusuran minat dan bakat, masuk tanpa tes, jalur prestasi),” ujar Jaelani kepada Tribun Jambi, Kamis (8/7/2026).

Satu Angkatan dengan Sejumlah Tokoh

Angkatan 1986 Fakultas Hukum Universitas Jambi juga melahirkan sejumlah tokoh yang kini berkiprah di tingkat daerah maupun nasional. Selain Febrie Adriansyah, terdapat Sudirman yang kini menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi.

Baca Juga :  iPhone 17 Pro Dikabarkan Lebih Murah, Benarkah Apple Siap Guncang Pasar Smartphone Premium?

Nama lain yang berasal dari angkatan tersebut ialah Sarjono Turin. Ia meniti karier di Kejaksaan hingga pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan. Saat ini, Sarjono Turin mengemban tugas sebagai Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Antar Lembaga setelah sebelumnya menjabat Sesjamintel.

Sementara itu, Jaelani juga menorehkan karier panjang di pemerintahan daerah dengan menduduki berbagai jabatan strategis sebelum dipercaya menjadi Asisten III Pemerintah Kota Jambi.

Tumbuh dan Menempuh Pendidikan di Jambi

Meski lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968, Febrie Adriansyah menghabiskan masa kecilnya di Kota Jambi. Ia menyelesaikan pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas di kota tersebut.

Setelah itu, Febrie melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Jambi. Ia kemudian meraih gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Airlangga sebagai bagian dari pengembangan karier akademiknya.

Jaelani menjelaskan bahwa mereka mengambil bidang hukum yang berbeda saat kuliah. Ia memilih hukum perdata, sedangkan Febrie mendalami hukum pidana.

“Beliau sama dengan Pak Sudirman, Beliau banyak mengetahui,” kata Jaelani.

Dikenal Luwes dan Peduli kepada Teman

Di mata Jaelani, Febrie bukan hanya memiliki kemampuan akademik yang baik. Ia juga dikenal mudah bergaul dan menjalin hubungan baik dengan teman-teman satu angkatan.

Baca Juga :  Kepulangan Jamaah Haji Dimulai Setelah Tawaf Perpisahan

Jaelani menilai kepedulian Febrie terhadap rekan-rekannya menjadi salah satu karakter yang menonjol sejak masih berstatus mahasiswa. Selain itu, ia melihat Febrie sebagai pribadi yang gigih dalam bekerja hingga berhasil mencapai posisi penting di Kejaksaan Agung.

“Selain luwes bergaul, Beliau sangat peduli dengan teman-teman. Pekerja keras juga, hingga menuju puncak karier sebagai jaksa,” tutur Jaelani.

Di luar aktivitas perkuliahan, Febrie juga memiliki hobi bermain gaple. Permainan tersebut memang cukup populer di kalangan anak muda di Sumatera, termasuk di Jambi, pada masa itu.

Keluarga Kini Tinggal di Jakarta

Jaelani juga menyampaikan bahwa keluarga Febrie Adriansyah saat ini telah menetap di Jakarta. Menurut pengetahuannya, ayah Febrie telah meninggal dunia.

“Ortu (orang tua) laki-laki Beliau sudah almarhum. Semua sudah pada pindah ke Jakarta,” ujar Jaelani.

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB