Dito Ariotedjo Akui Turun 40 Kg usai Tak Lagi Menpora, Ini Rahasia Pola Dietnya

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dito Ariotedjo Akui Turun 40 Kg usai Tak Lagi Menpora, Ini Rahasia Pola Dietnya (Foto: Yogi/detikcom)

Dito Ariotedjo Akui Turun 40 Kg usai Tak Lagi Menpora, Ini Rahasia Pola Dietnya (Foto: Yogi/detikcom)

Dengarkabar.com – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mencuri perhatian saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/6/2026). Bukan hanya karena pemeriksaan yang dijalaninya, tetapi juga perubahan penampilannya yang terlihat jauh lebih langsing.

Dito mengungkapkan berat badannya telah berkurang hingga 40 kilogram sejak tidak lagi menjabat sebagai Menpora pada September 2025. Ia menyebut perubahan itu merupakan hasil dari pola hidup disiplin yang konsisten dijalani selama beberapa bulan terakhir.

“Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasin maksimal 800-1.000 kalori per hari,” ujar Dito di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Menurut Dito, menjaga pola makan menjadi langkah utama dalam proses penurunan berat badannya. Selain membatasi asupan kalori, ia juga rutin berolahraga setiap hari dan mengurangi camilan seminimal mungkin.

“Olahraga tiap hari. Camilan sangat minim. Kuncinya asupan gizi dan nahan lapar. Saya kan naik berat badan 2020-2023 hampir 50 kilogram. Naik 50 kilo, turun 40 kilo. Masih ada 10 kilo lagi,” katanya.

Baca Juga :  Masjidil Haram Luncurkan Layanan Pantau Kepadatan Tawaf Secara Real-Time

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab rasa penasaran publik yang melihat perubahan fisik Dito saat tiba di kantor lembaga antirasuah.

Pemeriksaan Berkaitan dengan Sprindik Baru

Di luar cerita mengenai transformasi tubuhnya, Dito hadir di KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi kuota haji.

Ia menjelaskan pemeriksaan kali ini dilakukan berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya yang berkaitan dengan dua tersangka awal, penyidik kini mendalami peran dua tersangka dari unsur swasta.

“Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru. Kan kemarin saya pertama ke sini untuk sprindik yang tersangka pertama Gus Yaqut sama Gus Alex. Ini yang kedua swasta. Ya keterangan tambah-tambah informasi,” ujarnya.

Dito mulai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB dan meninggalkan ruang pemeriksaan pada pukul 14.08 WIB.

Penyidik Dalami Proses Kuota Haji Tambahan

Dito mengatakan materi pemeriksaan tidak jauh berbeda dibandingkan pemeriksaan sebelumnya pada 23 Januari lalu. Penyidik masih menggali informasi mengenai proses pemberian kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK

Ia mengaku dimintai penjelasan karena pernah berada di Arab Saudi ketika berlangsung pertemuan dengan Mohammed bin Salman (MBS). Selain itu, penyidik juga mendalami keterkaitan mertuanya yang berhubungan dengan sebuah asosiasi.

“Lebih karena waktu itu kan saya ada dalam lokasi di Arab Saudi pas pertemuan dengan MBS. Kan kebetulan mertua juga terkait dengan asosiasi. Jadi lebih digali ke situ,” tutur Dito.

Empat Orang Sudah Berstatus Tersangka

Dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tersebut, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni:

  • Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ).
  • Eks Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex (IAA).
  • Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour), Ismail Adham (ISM).
  • Ketua Umum Asosiasi Kesthuri, Asrul Azis Taba (ASR).

Hingga kini KPK masih terus mengembangkan penyidikan melalui pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian proses pemberian kuota haji tambahan beserta dugaan keterlibatan para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berita Terkait

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat
Bukan Sekadar Pengusir Kantuk, Nespresso Ajak Pecinta Kopi Eksplorasi Racikan Baru
Lembur Sampai Malam? Ini Tips Menyimpan Sup Kaldu Instan di Kantor
Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram
ChatGPT Sebut Kanker Sangat Tidak Mungkin, Pria Ini Justru Divonis Kanker Esofagus Stadium 4
Makan Telur Rebus Setiap Hari, Benarkah Baik untuk Tubuh?
Mengapa Kita Sulit Berhenti Cek Notifikasi Ponsel?
Run Club Kian Populer, Komunitas Lari Jadi Gaya Hidup Baru
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Bukan Sekadar Pengusir Kantuk, Nespresso Ajak Pecinta Kopi Eksplorasi Racikan Baru

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Lembur Sampai Malam? Ini Tips Menyimpan Sup Kaldu Instan di Kantor

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:03 WIB

ChatGPT Sebut Kanker Sangat Tidak Mungkin, Pria Ini Justru Divonis Kanker Esofagus Stadium 4

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB