DPRD Pekanbaru Soroti Keluhan BPJS dan UHC, Dinkes Dipanggil

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Pekanbaru Soroti Keluhan BPJS dan UHC, Dinkes Dipanggil (Foto) Dok. Ist)

DPRD Pekanbaru Soroti Keluhan BPJS dan UHC, Dinkes Dipanggil (Foto) Dok. Ist)

Dengarkabar.com, PEKANBARU – Komisi III DPRD Pekanbaru memanggil Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan BPJS Kesehatan. Langkah itu menyusul banyaknya keluhan masyarakat mengenai pelayanan BPJS Kesehatan. Rapat dengar pendapat juga membahas program Universal Health Coverage (UHC).

Keluhan tersebut muncul saat anggota DPRD melaksanakan reses. Warga mengaku masih mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan. Sebagian mengeluhkan proses administrasi. Sebagian lainnya kesulitan mengikuti sistem pelayanan digital.

Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Jepta Sitohang, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti setiap laporan warga. Karena itu, DPRD mengundang Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rapat bersama.

“Setelah kami mengadakan reses kemarin, banyak aduan masyarakat tentang pelayanan BPJS. Karena itu kami memanggil Dinas Kesehatan dan BPJS untuk meminta penjelasan,” ujar Jepta.

Informasi Layanan Digital Masih Kurang Dipahami

BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan menjelaskan sistem pelayanan kini berjalan lebih terintegrasi. Selain itu, layanan juga semakin banyak menggunakan sistem digital.

Namun, banyak warga belum memahami perubahan tersebut. Akibatnya, mereka sering mengalami kebingungan saat menggunakan layanan online di puskesmas maupun klinik.

Baca Juga :  Andre Rosiade Desak Penindakan Pengganggu Flyover Sitinjau

“Pelayanan BPJS sebenarnya sudah tersistem dengan baik. Hanya saja, kadang-kadang masyarakat belum mendapatkan informasi terbaru, terutama terkait pelayanan secara online di puskesmas maupun klinik,” jelasnya.

Jepta meminta masyarakat segera menghubungi petugas BPJS jika menemui kendala. Ia juga mengimbau warga mengikuti prosedur yang berlaku.

Menurutnya, rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya telah menyediakan petunjuk pelayanan. Karena itu, masyarakat dapat mengikuti alur yang tersedia agar proses berjalan lebih lancar.

“Kalau mengalami kendala, silakan melapor terlebih dahulu ke BPJS atau mengikuti alur pelayanan yang sudah disediakan. Di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan sudah ada petunjuk dan informasi mengenai pelayanan BPJS,” katanya.

DPRD Luruskan Pemahaman tentang UHC

Komisi III DPRD Pekanbaru juga membahas program Universal Health Coverage. Pembahasan itu muncul karena masih banyak warga yang salah memahami aturan UHC.

Sebagian masyarakat mengira peserta UHC bisa langsung berobat gratis. Padahal, peserta BPJS Mandiri yang masih memiliki tunggakan tetap harus memenuhi kewajibannya.

Baca Juga :  11.856 Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Disdik Pastikan Gratis

Jepta menjelaskan aturan tersebut mengacu pada penjelasan BPJS Kesehatan. Peserta wajib melunasi tunggakan sebelum memanfaatkan skema UHC.

“Ternyata dari penjelasan BPJS, apabila peserta masih memiliki tunggakan BPJS Mandiri lalu ingin beralih ke UHC, maka tunggakan tersebut tetap harus diselesaikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aturan memberikan batas pembayaran tunggakan maksimal dua tahun. Ketentuan itu berlaku bagi peserta yang menunggak lebih dari dua tahun.

DPRD Dorong Sosialisasi Lebih Intensif

Komisi III DPRD Pekanbaru berharap masyarakat memperoleh informasi yang benar. Dengan begitu, warga tidak lagi salah memahami aturan BPJS maupun UHC.

Selain itu, sosialisasi yang lebih intensif diharapkan mampu mengurangi keluhan pelayanan kesehatan. Masyarakat pun dapat mengakses layanan dengan lebih mudah ketika membutuhkan.

“Kami berharap masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar sehingga pelayanan kesehatan dapat diakses dengan lebih mudah dan tidak terjadi kesalahpahaman,” tutup Jepta.

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh
Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara
Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan
Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat
24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram
Kejari Sungai Penuh Amankan Rp186 Juta Kerugian Negara Desa Tanjung Tanah
Tabuik Pariaman, Tradisi Muharam yang Terus Menjaga Identitas Budaya Piaman
Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau yang Segar dan Sarat Khasiat
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:05 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:05 WIB

24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB