Dengarkabar.com – Tim nasional panjat tebing Indonesia mengawali kiprah impresif di World Climbing Series Krakow 2026 dengan membawa pulang tiga medali. Kontingen Merah Putih mengoleksi satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu dari nomor speed perorangan putri, speed relay campuran, serta speed perorangan putra.
Keberhasilan tersebut kembali menegaskan daya saing Indonesia di nomor speed sekaligus menjadi modal berharga menjelang Asian Games yang akan digelar kurang dari dua bulan lagi.
Desak Made Pertahankan Dominasi di Krakow
Medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi pada nomor speed perorangan putri. Atlet asal Bali itu tampil konsisten sejak babak 16 besar hingga partai puncak.
Dalam perjalanannya menuju gelar juara, Desak harus bersaing dengan Natalia Kalucka, Emma Hunt, dan Aleksandra Miroslaw, yang merupakan deretan atlet terbaik dunia di nomor speed.
Pada laga final, Aleksandra Miroslaw dinyatakan gugur setelah melakukan false start. Kesempatan itu dimanfaatkan Desak dengan sempurna melalui catatan waktu 6,54 detik untuk memastikan medali emas.
Sementara itu, Natalia Kalucka finis di posisi kedua dengan waktu 6,62 detik. Emma Hunt melengkapi podium setelah membukukan waktu 11,37 detik.
Prestasi tersebut sekaligus mengulang kesuksesan Desak di Krakow pada musim sebelumnya. Ia juga keluar sebagai juara IFSC World Cup Krakow pada 6 Juni 2025 sehingga mampu mempertahankan dominasinya di kota tersebut.
Kepercayaan Diri Desak Kembali Bangkit
Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, memberikan apresiasi atas penampilan Desak yang dinilai berhasil kembali menemukan performa terbaiknya.
“Untuk Desak, selamat back to back di series Krakow. Juara di series khusus speed ini memang sudah seharusnya dan yang paling penting momen ini telah mengembalikan rasa percaya dirinya setelah selalu terhambat di beberapa series sebelumnya. Ini modal penting buat Desak menjelang Asian Games yang tinggal kurang dari dua bulan lagi. Semoga next series Chamonix (Prancis) kembali maksimal,” ujar Wahyu saat memberikan evaluasi hasil pertandingan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurut Wahyu, keberhasilan tersebut menjadi suntikan motivasi besar bagi Desak untuk menghadapi rangkaian kompetisi berikutnya, termasuk seri Chamonix, Prancis.
Raharjati Tambah Medali Perunggu
Kontribusi berikutnya datang dari Raharjati Nursamsa yang meraih medali perunggu pada nomor speed perorangan putra.
Pada nomor ini, Raharjati bersaing dengan Samuel Watson dari Amerika Serikat serta dua atlet Tiongkok, Yicheng Zhao dan Shouhong Chu.
Samuel Watson keluar sebagai juara setelah mencatatkan waktu 4,60 detik. Yicheng Zhao meraih medali perak dengan waktu 4,69 detik, sedangkan Raharjati mengamankan posisi ketiga lewat catatan 4,79 detik.
Tambahan medali tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang konsisten bersaing di nomor speed pada ajang internasional.
Tim Relay Campuran Persembahkan Medali Perak
Indonesia juga tampil kompetitif pada nomor speed relay campuran dengan menurunkan dua pasangan berbeda.
Tim Indonesia satu diperkuat Raharjati Nursamsa bersama Rajiah Salsabillah. Adapun Indonesia dua diwakili Antastafi Robby Al Hilmi dan Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Indonesia satu belum mampu mengatasi perlawanan Tiongkok satu dalam perebutan medali perunggu. Sebaliknya, Indonesia dua berhasil melangkah hingga final dan membawa pulang medali perak.
Pada partai final, tim Amerika Serikat membukukan waktu 10,89 detik. Sementara pasangan Indonesia mencatatkan waktu 11,30 detik untuk mengamankan posisi runner-up.
Timnas Optimistis Hadapi Nomor Berikutnya
Asisten Pelatih Speed Indonesia, Fitriyani, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tim nasional yang berhasil mengoleksi tiga medali dari nomor berbeda.
“Alhamdulillah, hari ini Tim Indonesia sudah mendapatkan tiga medali, masing-masing satu emas, perak, dan perunggu dari nomor berbeda. Terima kasih untuk doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Fitriyani.
Ia menambahkan masih ada nomor pertandingan yang akan digelar pada Minggu, 5 Juli 2026. Karena itu, tim pelatih berharap para atlet dapat kembali tampil maksimal untuk menambah perolehan medali Indonesia di World Climbing Series Krakow.
Keberhasilan di Krakow menjadi sinyal positif bagi panjat tebing Indonesia. Selain menunjukkan konsistensi atlet-atlet nasional di level dunia, hasil ini juga meningkatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi agenda internasional berikutnya, termasuk Asian Games yang semakin dekat.










Komentar