Pertamina Jelaskan Penyebab BBM Nonsubsidi Naik Tiba-Tiba

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Jelaskan Penyebab BBM Nonsubsidi Naik Tiba-Tiba (Foto : ANTARA/HO-Pertamina)

Pertamina Jelaskan Penyebab BBM Nonsubsidi Naik Tiba-Tiba (Foto : ANTARA/HO-Pertamina)

Dengarkabar.com – Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green resmi mengalami kenaikan mulai 10 Juni 2026. Kebijakan tersebut menarik perhatian publik karena penyesuaian harga BBM umumnya dilakukan pada awal bulan. Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga menyebut keputusan tersebut diambil setelah melalui evaluasi sesuai ketentuan pemerintah.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green kini dibanderol Rp17.000 per liter, meningkat dari harga sebelumnya sebesar Rp12.900 per liter.

Pertamina Jelaskan Alasan Kenaikan Harga

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perubahan harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth MV Dumatubun, dikutip dari CNN Indonesia.

Menurutnya, keputusan penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pemerintah selaku regulator. Selain itu, perkembangan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan harga jual.

Baca Juga :  Keeway Road Falcon Rilis di Jakarta Fair 2026, Harga Rp57 Jutaan

“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” kata Roberth.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi tidak hanya mempertimbangkan kondisi pasar global, tetapi juga aspek keberlanjutan pasokan energi di dalam negeri.

Pasokan BBM Dipastikan Aman

Di tengah kenaikan harga yang terjadi, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM nonsubsidi tetap terjaga di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik perusahaan.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” ujar Roberth.

Kepastian ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang kepada masyarakat agar tidak terjadi kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar, terutama di tengah perubahan harga yang berlangsung di luar jadwal penyesuaian biasanya.

Baca Juga :  Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup

Daftar Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026

Selain Pertamax dan Pertamax Green, Pertamina tidak melakukan perubahan harga pada produk BBM lainnya. Berikut rincian harga BBM Pertamina yang berlaku per 10 Juni 2026:

  • Pertamax: Rp16.250 per liter (sebelumnya Rp12.300 per liter)
  • Pertamax Green: Rp17.000 per liter (sebelumnya Rp12.900 per liter)
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green ini berpotensi memengaruhi pengeluaran masyarakat yang menggunakan BBM nonsubsidi, terutama pengguna kendaraan pribadi yang mengandalkan kedua jenis bahan bakar tersebut. Oleh karena itu, konsumen diharapkan dapat menyesuaikan perencanaan biaya operasional seiring perubahan harga yang berlaku.

Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa distribusi dan ketersediaan BBM berkualitas di seluruh Indonesia tetap menjadi prioritas utama perusahaan. (LLN/*)

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB