Dengarkabar.com – Diska Yanti, bocah berusia tujuh tahun, selamat setelah bertahan selama beberapa hari di laut akibat musibah yang menimpa KM Nurul Salsa. Perjalanan bersama ayah dan ibunya yang semula menjadi momen kebersamaan justru berakhir dengan duka mendalam karena kedua orang tuanya meninggal dunia di tengah laut.
Diska berangkat dari Pelabuhan Jampea bersama ayah, ibu, dan pamannya, Bau Asseng, pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Pada awal pelayaran, seluruh perjalanan berlangsung tanpa kendala.
Namun, situasi berubah ketika KM Nurul Salsa berada sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng. Kapal mengalami gangguan mesin sebelum dihantam gelombang besar hingga oleng. Kondisi itu membuat para penumpang terseret arus laut.
Bertahan Hidup di Atas Gabus
Di tengah kondisi darurat, Diska bersama kedua orang tuanya dan Bau Asseng berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sebuah gabus. Mereka terus bertahan sambil menunggu pertolongan datang.
Seiring berjalannya waktu, kondisi fisik kedua orang tua Diska semakin melemah. Sang ibu lebih dulu meninggal dunia. Tidak lama kemudian, ayah Diska menyusul mengembuskan napas terakhir.
Asseng mengatakan, mereka sempat berupaya mempertahankan jasad kedua orang tua Diska agar dapat dimakamkan secara layak setelah berhasil ditemukan.
“Berpegangan di gabus,” kata Asseng kepada petugas melalui keterangan tertulis, Rabu (22/7).
Pesan Terakhir Sang Ayah
Selama tiga hari terombang-ambing di laut, kondisi jasad kedua orang tua Diska terus memburuk. Asseng akhirnya mengambil keputusan berat dengan melepas keduanya ke laut.
“Setelah tiga hari bertahan di atas gabus, ayah dan ibunya Diska dilepas,” ujarnya.
Sebelum meninggal dunia, ayah Diska sempat menyampaikan pesan terakhir kepada Asseng. Ia meminta agar putrinya dijaga dengan baik.
“Tolong jaga Diska,” lirih sang ayah sebelum mengembuskan napas terakhir di atas selembar gabus.
Asseng memegang teguh amanat tersebut. Ia terus mendampingi Diska hingga keduanya berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan di perairan Sangeang, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Masih Menjalani Perawatan
Setelah proses penyelamatan, Diska menjalani perawatan di RSUD KH Hayyung Selayar. Tim medis masih memantau kondisi kesehatannya karena tubuhnya melemah setelah bertahan selama beberapa hari di laut.
Peristiwa ini menjadi gambaran beratnya perjuangan korban kecelakaan laut yang harus menghadapi gelombang dan keterbatasan bantuan di tengah lautan. Kisah Diska juga menyisakan duka mendalam sekaligus menunjukkan kuatnya ikatan keluarga di tengah situasi yang sangat sulit.











Komentar