Pleidoi Haru Nadiem Makarim: Penjara di Kepala Lebih Menyiksa

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pleidoi Haru Nadiem Makarim: Penjara di Kepala Lebih Menyiksa ( Foto : Riauonline/ANTARA)

Pleidoi Haru Nadiem Makarim: Penjara di Kepala Lebih Menyiksa ( Foto : Riauonline/ANTARA)

Dengarkabar.com – Mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menyampaikan pembelaan atau pleidoi yang sarat emosi di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkap pengalaman batin yang dialaminya sejak pertama kali menjalani masa tahanan terkait perkara pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan.

Di hadapan persidangan, Nadiem menggambarkan masa-masa awal penahanannya sebagai periode yang sangat berat. Ia mengaku merasakan kesendirian yang mendalam saat ditempatkan dalam kurungan isolasi.

“Di masa awal tahanan, dunia terasa seperti sudah berakhir. Saya sendirian dalam kurungan isolasi, seolah dibuang begitu saja,” ujar Nadiem, seperti dikutip dari Suara.com.

Malam-Malam yang Penuh Ketidakpastian

Nadiem menuturkan bahwa salah satu momen paling sulit adalah ketika terbangun di tengah malam dan harus menghadapi kenyataan dirinya berada di balik jeruji besi.

Ia mengaku beberapa kali sempat mengira bahwa situasi yang dihadapinya hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir. Namun, kenyataan yang terlihat di hadapannya justru dinding dan jeruji rumah tahanan.

“Kadang saya terbangun di tengah malam, di rumah tahanan. Dalam sekejap, saya mengira ini hanya mimpi buruk dan sebentar lagi akan dibangunkan istri saya. Tapi yang saya lihat, justru jeruji besi,” katanya.

Baca Juga :  MUI Usulkan Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak

Menurut Nadiem, kehilangan kebebasan bukanlah beban terberat yang harus ditanggung selama menjalani penahanan. Justru, ketidakpastian mengenai masa depan menjadi tekanan yang paling menguras pikiran.

“Penyiksaan terbesar bukan karena dirampas kebebasan, tapi ketidakpastian yang menghantui pikiran dari pagi sampai malam,” ungkapnya.

Ia mengatakan berbagai pertanyaan terus muncul dalam benaknya setiap hari, mulai dari kondisi keluarganya hingga bagaimana perjalanan perkara yang sedang dihadapinya.

“Bagaimana keluarga saya, apa yang akan terjadi besok, apa dunia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Penjara di dalam kepala kita jauh lebih menyakiti,” lanjut Nadiem.

Menemukan Kekuatan di Tengah Ujian

Di tengah tekanan tersebut, Nadiem mengaku menemukan makna baru dalam hidupnya. Ia menyebut pengalaman menjalani penahanan telah membentuk keyakinannya untuk tetap beriman meski berada dalam situasi yang penuh ketidakjelasan.

“Saya menemukan cahaya baru. Penjara mengajarkan saya untuk dapat beriman dalam ketidakpastian. Karena itu, saya dapat berdiri hari ini tanpa rasa takut, siap menghadapi apa pun yang Allah akan berikan kepada saya,” tuturnya.

Baca Juga :  Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Chromebook

Pernyataan itu menjadi salah satu bagian paling emosional dalam pleidoinya. Nadiem menegaskan bahwa dirinya menghadapi proses hukum yang berjalan dengan keyakinan penuh terhadap kebenaran yang diyakininya.

“Hati nurani saya bersih, karena kebenaran ada di sisi saya,” tegasnya.

Hadapi Tuntutan 27,5 Tahun Penjara

Saat ini, Nadiem Makarim tengah menghadapi tuntutan hukuman 27,5 tahun penjara dalam perkara pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan yang dipimpinnya hingga 2024.

Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena menyangkut program pengadaan perangkat teknologi pendidikan dalam skala besar. Proses persidangan masih berlangsung, sementara majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh fakta persidangan, termasuk pleidoi yang disampaikan terdakwa, sebelum menjatuhkan putusan.

Perkembangan perkara ini terus menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan dengan tata kelola anggaran pendidikan serta akuntabilitas penggunaan dana negara di sektor pendidikan nasional. (LLN/*)

Berita Terkait

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Sungai Rawas, Satu Hilang
KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Kasus Abdul Wahid
Gubernur Sherly Tegur Kepala SMAN 1 Halteng soal Fasilitas
Polres Kuansing Musnahkan 24 Rakit Tambang Emas Ilegal
Kemenag Tegaskan Rekrutmen PPPK 2026 yang Beredar Hoaks
BGN Suspend 833 Dapur MBG, Pelanggar Tak Lagi Dibayar
Tito Karnavian Ungkap 8 Area Rawan Korupsi di Pemerintah Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:13 WIB

Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Sungai Rawas, Satu Hilang

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:11 WIB

KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Kasus Abdul Wahid

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:19 WIB

Gubernur Sherly Tegur Kepala SMAN 1 Halteng soal Fasilitas

Senin, 27 Juli 2026 - 23:55 WIB

Polres Kuansing Musnahkan 24 Rakit Tambang Emas Ilegal

Senin, 27 Juli 2026 - 20:06 WIB

Kemenag Tegaskan Rekrutmen PPPK 2026 yang Beredar Hoaks

Berita Terbaru

Timnas Indonesia Sempurna di Pakansari, Vietnam Waspada (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Sport

Timnas Indonesia Sempurna di Pakansari, Vietnam Waspada

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:12 WIB

Lipstik Matte Tahan Lama untuk Kulit Sawo Matang (Foto: dok. ist)

Showbiz

3 Lipstik Matte Tahan Lama untuk Kulit Sawo Matang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:11 WIB