Dengarkabar.com – Persaingan film internasional di bioskop Indonesia sepanjang 2026 berlangsung sangat ketat. Di tengah dominasi film nasional, sejumlah judul dari berbagai negara tetap mampu menarik perhatian publik dan mencatatkan penjualan tiket yang impresif.
Berdasarkan data performa box office Cinepoint, terdapat tujuh film asing yang berhasil mencatat jumlah penonton tertinggi di Indonesia tahun ini. Deretan film tersebut berasal dari beragam genre, mulai dari horor, animasi keluarga, aksi, hingga fiksi ilmiah.
Keberhasilan film-film ini menunjukkan bahwa minat penonton Indonesia terhadap karya internasional tetap tinggi, terutama untuk judul yang menawarkan konsep segar, adaptasi populer, serta pengalaman sinematik yang kuat.
1. Lee Cronin’s The Mummy – 745 Ribu Penonton
Film Lee Cronin’s The Mummy menempati posisi teratas sebagai film asing terlaris di Indonesia pada 2026 dengan raihan sekitar 745 ribu penonton.
Interpretasi baru sutradara Lee Cronin terhadap waralaba horor klasik The Mummy berhasil mendapat sambutan positif. Atmosfer mencekam yang menjadi ciri khas Cronin menjadi daya tarik utama bagi pencinta film horor di Tanah Air.
Kesuksesan ini sekaligus membuktikan bahwa genre horor internasional masih memiliki basis penggemar yang kuat di pasar Indonesia.
2. Hoppers – 717 Ribu Penonton
Di posisi kedua, Hoppers mencatatkan sekitar 717 ribu penonton.
Film animasi terbaru produksi Disney dan Pixar tersebut kembali menunjukkan kemampuan mereka dalam menghadirkan tontonan keluarga yang diminati berbagai kalangan usia. Cerita tentang seorang gadis yang memanfaatkan teknologi untuk memindahkan pikirannya ke dalam robot berang-berang berhasil memikat penonton Indonesia.
Kombinasi kisah emosional, humor, dan visual berkualitas menjadi faktor penting di balik pencapaiannya di box office.
3. Salmokji: Whispering Water – 705 Ribu Penonton
Film horor Korea Selatan Salmokji: Whispering Water menjadi salah satu kejutan terbesar di bioskop Indonesia tahun ini dengan raihan 705 ribu penonton.
Mengangkat kisah urban legend yang menyeramkan, film ini mampu menciptakan fenomena tersendiri di kalangan penikmat horor. Popularitasnya terus meningkat berkat rekomendasi dari mulut ke mulut yang membuat film tersebut bertahan di banyak layar bioskop selama beberapa pekan.
Pencapaian ini mempertegas besarnya antusiasme penonton Indonesia terhadap film horor Asia, khususnya produksi Korea Selatan.
4. Mortal Kombat II – 683 Ribu Penonton
Mortal Kombat II berhasil mengumpulkan sekitar 683 ribu penonton, menempatkannya di peringkat keempat.
Sekuel adaptasi dari gim legendaris ini memperoleh respons antusias sejak awal penayangan. Dukungan besar dari komunitas gamer dan penggemar film aksi berkontribusi terhadap tingginya penjualan tiket.
Popularitas waralaba Mortal Kombat yang telah mengakar selama bertahun-tahun turut menjadi modal penting bagi kesuksesan film ini di Indonesia.
5. Colony – 632 Ribu Penonton
Film fiksi ilmiah Colony menempati posisi kelima dengan total 632 ribu penonton.
Produksi berskala besar tersebut mampu mempertahankan performa stabil di tangga box office mingguan. Sajian visual spektakuler yang dipadukan dengan alur cerita menegangkan membuat film ini terus menarik minat masyarakat untuk datang ke bioskop.
Keberhasilannya menunjukkan bahwa genre science fiction juga memiliki pasar yang menjanjikan di Indonesia.
6. Project Hail Mary – 631 Ribu Penonton
Project Hail Mary mencatatkan 631 ribu penonton, hanya terpaut tipis dari posisi sebelumnya.
Film yang diadaptasi dari novel karya Andy Weir dan dibintangi Ryan Gosling ini berhasil menarik perhatian pencinta film fiksi ilmiah. Kisah petualangan luar angkasa yang memadukan unsur emosional dan kecerdasan ilmiah menjadi daya tarik utamanya.
Sejak pekan pertama penayangan, film ini mampu mempertahankan minat penonton melalui ulasan positif yang beredar luas.
7. The Super Mario Galaxy Movie – 622 Ribu Penonton
Melengkapi daftar tujuh besar, The Super Mario Galaxy Movie berhasil meraih sekitar 622 ribu penonton di Indonesia.
Film hasil kolaborasi Nintendo dan Illumination ini menghadirkan petualangan terbaru Mario dengan latar luar angkasa yang penuh warna. Unsur humor yang ringan serta visual atraktif menjadikannya salah satu pilihan hiburan favorit bagi keluarga.
Popularitas karakter Mario yang telah dikenal lintas generasi turut mendukung performa kuat film ini di pasar domestik.
Dominasi Film Nasional Belum Tergeser
Meski tujuh film internasional tersebut mencatat angka penonton yang tinggi, industri perfilman Indonesia tetap menunjukkan dominasinya sepanjang 2026. Namun, keberhasilan film-film asing ini membuktikan bahwa penonton Indonesia memiliki selera yang beragam dan tetap terbuka terhadap berbagai genre serta produksi dari mancanegara.
Persaingan sehat antara film lokal dan internasional pada akhirnya memberikan keuntungan bagi industri bioskop nasional. Semakin banyak pilihan berkualitas yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat untuk menikmati pengalaman menonton yang beragam di layar lebar. (LLN/*)










Komentar