Sungai Barito Mengering seperti Gurun

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Barito Mengering seperti Gurun (Foto: Instagram/@folkkalteng)

Sungai Barito Mengering seperti Gurun (Foto: Instagram/@folkkalteng)

Dengarkabar.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Sungai Barito masih berair. Kondisi tersebut berada di wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Alur utama sungai juga masih dapat dilalui kapal dan perahu. Kepastian itu muncul setelah video kondisi Sungai Barito ramai beredar melalui media sosial.

Video tersebut memperlihatkan hamparan pasir luas pada bagian tengah sungai. Pemandangan itu membuat Sungai Barito terlihat seperti kawasan gurun pasir. Melansir Antara News, Sabtu (22/8/2026), Kementerian PU kemudian memastikan kondisi sungai secara langsung. Pemerintah juga menegaskan bahwa dokumentasi dari satu sudut tidak menggambarkan kondisi seluruh sungai.

Debit Sungai Barito Menurun

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan air memiliki peran penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, pemerintah perlu bergerak cepat ketika kekeringan mulai mengganggu kebutuhan masyarakat. “Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan,” kata Dody di Jakarta.

Sebelumnya, debit Sungai Barito di Kalimantan Tengah memang mengalami penurunan cukup drastis. Kondisi tersebut membuat dasar sungai terlihat pada sejumlah bagian. Fenomena itu tampak jelas sekitar Jembatan Kalahien, Barito Selatan, pada Jumat (21/8/2026). Selain itu, hamparan pasir luas muncul di tengah alur sungai yang biasanya terisi air.

Baca Juga :  Pertamina Jelaskan Penyebab BBM Nonsubsidi Naik Tiba-Tiba

Penurunan muka air sebenarnya sudah terlihat sejak awal Agustus 2026. Kondisi tersebut kemudian mengubah sebagian bentang alam Sungai Barito. Hamparan pasir yang muncul membuat kawasan itu menyerupai gurun. Bahkan, kondisi tersebut mulai menghambat lalu lintas kapal pada sejumlah bagian sungai.

Direktur Walhi Kalteng Janang Firman menilai kondisi tersebut berkaitan dengan kerusakan ekologis. Menurut dia, fenomena “El Nino Godzilla” dan deforestasi masif turut memberikan dampak. Namun, kondisi sungai secara keseluruhan tidak menunjukkan kekeringan total. Pemerintah tetap menemukan alur utama yang memiliki aliran air.

Alur Utama Masih Bisa Dilalui

Kepala BWS Kalimantan III Sandi Eriyanto menjelaskan bagian pasir dalam video berada pada area yang tidak teraliri air. Menurut Sandi, penurunan muka air membuat sejumlah bagian sungai berubah menjadi gosong. Pengambilan video juga berlangsung dari atas Jembatan Kalahien. Dari posisi tersebut, hamparan pasir terlihat sangat luas dan menimbulkan kesan seluruh sungai mengering.

“Namun, ketika dilakukan pemantauan langsung, masih terlihat alur utama sungai yang berair dan tetap berfungsi sebagai jalur transportasi sungai,” kata Sandi. Dengan demikian, kondisi pada video tidak menunjukkan keseluruhan bentang Sungai Barito. Masyarakat tetap dapat menemukan aliran air pada bagian utama sungai. Alur tersebut juga masih mendukung aktivitas transportasi sungai.

Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III melakukan pemantauan langsung pada Jumat (21/8/2026). Hasil pemantauan menunjukkan penurunan muka dan debit air akibat musim kemarau. Petugas juga menemukan sejumlah gosong dengan hamparan pasir yang cukup luas. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Sungai Barito kehilangan aliran secara keseluruhan.

Baca Juga :  Pertamina Buka Suara soal Viral Larangan Isi Pertalite bagi Penunggak Pajak

Alur utama Sungai Barito masih memiliki aliran air dengan lebar sekitar 100 meter. Kondisi itu membuat kapal dan perahu tetap dapat melintas pada jalur utama. Meski begitu, penurunan muka air tetap perlu mendapat perhatian. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat dan transportasi sungai.

Pemerintah Perketat Pemantauan

Kementerian PU akan terus memantau kondisi muka air dan alur sungai di Wilayah Sungai (WS) Barito. Pemantauan menjadi penting selama musim kemarau berlangsung. Selain itu, petugas akan melihat perkembangan kondisi sungai secara berkala. Langkah tersebut juga membantu pemerintah mengantisipasi dampak penurunan muka air.

BWS Kalimantan III juga akan memperbarui informasi berdasarkan pemantauan langsung. Pemerintah ingin masyarakat memperoleh gambaran kondisi Sungai Barito secara utuh. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan video dari satu sudut pengambilan gambar. Informasi lapangan tetap menjadi rujukan penting untuk memahami kondisi sungai secara menyeluruh.

Kementerian PU mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan kondisi Sungai Barito dari sumber informasi yang terpercaya. Pemerintah juga akan terus memantau perubahan debit serta muka air selama musim kemarau. Dengan pemantauan tersebut, potensi gangguan transportasi sungai dapat diketahui lebih awal. Dengarkabar.com (LN/*)

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Pegawai Diskominfo Kukar Jadi Tersangka Pembakaran Ruang Rapat, Ini Motifnya
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB