Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau yang Segar dan Sarat Khasiat

Mengenal Aia Aka, minuman khas Minangkabau berbahan cincau hijau, daun kacang, gula merah, dan santan.

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau yang Segar dan Sarat Khasiat (Foto: RRI)

Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau yang Segar dan Sarat Khasiat (Foto: RRI)

Dengarkabar.com menyajikan informasi tentang Aia Aka, minuman tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Masyarakat juga mengenal minuman ini dengan sebutan Aia Kacang. Racikannya memadukan jeli cincau hijau, air perasan daun kacang, gula merah, dan santan. Perpaduan tersebut menghasilkan minuman dengan rasa manis, gurih, serta tekstur yang lembut.

Racikan Aia Aka

Cincau hijau menjadi salah satu bahan utama dalam minuman tradisional ini. Pembuatnya meremas daun cincau hijau alami hingga menghasilkan jeli bertekstur lembut. Teksturnya menyerupai agar-agar sehingga terasa ringan ketika masyarakat menikmatinya. Selain itu, cincau memberikan sensasi segar pada racikan Aia Aka.

Selanjutnya, air perasan daun kacang memberikan ciri khas pada Aia Aka. Bahan tersebut menghadirkan aroma serta warna hijau yang mudah dikenali. Kemudian, gula aren atau gula merah menambah rasa manis melalui kuah cairnya. Santan kelapa juga melengkapi racikan dengan cita rasa gurih yang khas.

Baca Juga :  Bandara Internasional Minangkabau Disulap Jadi Etalase Budaya Sumbar

Masyarakat Minangkabau juga mengenal Aia Aka sebagai “ubek tawa”. Sebutan tersebut merujuk pada minuman yang masyarakat percaya dapat membantu meredakan panas dalam. Karena itu, Aia Aka tidak sekadar hadir sebagai minuman pelepas dahaga. Minuman ini juga memiliki tempat dalam tradisi kuliner masyarakat setempat.

Khasiat yang Dikenal Masyarakat

Aia Aka memiliki sejumlah manfaat yang masyarakat kaitkan dengan bahan-bahan penyusunnya. Minuman ini dipercaya membantu meredakan panas dalam dan sariawan. Selain itu, kandungan cincau dalam racikan tersebut masyarakat kenal dapat membantu melancarkan pencernaan. Sensasi segarnya juga membuat tubuh terasa lebih nyaman setelah mengonsumsinya.

Baca Juga :  Lurah Paya Pasir Terancam Sanksi Usai Sindir Warga saat Curhat

Masyarakat juga mempercayai Aia Aka dapat membantu menurunkan demam. Namun, manfaat tersebut merupakan khasiat yang dikenal dalam penggunaan tradisional. Karena itu, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh saat mengalami keluhan kesehatan. Dengan begitu, Aia Aka dapat dinikmati sebagai bagian dari kekayaan kuliner tradisional Minangkabau.

Keberadaan Aia Aka menunjukkan kekayaan minuman tradisional dari Sumatera Barat. Racikan sederhana mampu menghadirkan rasa, aroma, dan tekstur yang menjadi ciri khas tersendiri. Hingga kini, minuman tersebut tetap menarik perhatian melalui cita rasa dan nilai tradisinya. (LN/*)Dengarkabar.com

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh
Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara
Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan
Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat
24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram
Kejari Sungai Penuh Amankan Rp186 Juta Kerugian Negara Desa Tanjung Tanah
Tabuik Pariaman, Tradisi Muharam yang Terus Menjaga Identitas Budaya Piaman
PWI Padang Panjang Resmi Punya Pengurus Baru, Bento Tekankan Profesionalisme Wartawan
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:05 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:05 WIB

24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB