BYD Masuk Daftar Hitam AS, Disebut Terkait Militer China

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BYD Masuk Daftar Hitam AS, Disebut Terkait Militer China (Foto:KOMPAS.com/DIO DANANJAYA)

BYD Masuk Daftar Hitam AS, Disebut Terkait Militer China (Foto:KOMPAS.com/DIO DANANJAYA)

Dengarkabar.com – Produsen kendaraan listrik asal Shenzhen, BYD, resmi masuk dalam daftar perusahaan yang dikategorikan sebagai “perusahaan militer China” oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Penetapan tersebut tercantum dalam pembaruan daftar berdasarkan Pasal 1260H yang diterbitkan pemerintah AS.

BYD bukan satu-satunya perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut. Sejumlah perusahaan teknologi dan industri asal China lainnya juga turut tercantum, di antaranya Alibaba, Baidu, produsen baterai EVE Energy, perusahaan teknologi lidar Hesai dan Robosense yang didukung BYD, perusahaan farmasi WuXi AppTec, produsen perangkat jaringan TP-Link, hingga perusahaan rintisan robotika Unitree.

Menurut dokumen Departemen Pertahanan AS yang dikutip Car News China, Pentagon menilai BYD memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara China (SASAC). Selain itu, perusahaan tersebut juga disebut memiliki keterkaitan tidak langsung dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT).

Pentagon juga mengategorikan BYD sebagai “kontributor fusi militer-sipil”. Penilaian itu didasarkan pada dugaan hubungan perusahaan dengan MIIT, afiliasi tertentu, serta keterlibatannya dalam kawasan bisnis yang berkaitan dengan program fusi militer dan sipil China.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Padang Pariaman

BYD Tetap Memiliki Operasi Produksi di Amerika Serikat

Terlepas dari masuknya perusahaan ke dalam daftar tersebut, BYD diketahui telah memiliki fasilitas produksi di Amerika Serikat selama lebih dari satu dekade.

Pada 2013, BYD mengumumkan rencana pembangunan fasilitas produksi bus listrik di Lancaster, California. Produksi mulai berjalan setahun kemudian. Seiring waktu, perusahaan memperluas fasilitas tersebut hingga mencakup area lebih dari 500.000 kaki persegi.

Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa BYD telah menjalin aktivitas bisnis di pasar AS jauh sebelum masuk dalam daftar pengawasan Pentagon.

Sejumlah Perusahaan Besar Turut Masuk Daftar

Selain BYD, beberapa perusahaan lain yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan global juga ikut tercantum dalam pembaruan daftar Pentagon.

Nvidia sebelumnya mengumumkan kerja sama dengan Unitree pada awal Juni. Sementara itu, EVE Energy dikenal sebagai pemasok baterai untuk sejumlah produsen otomotif ternama, termasuk Tesla, BMW, dan Mercedes-Benz.

EVE Energy disebut masuk dalam daftar karena dugaan keterkaitannya dengan SASAC serta penerimaan dukungan pemerintah melalui program “Single Champion”. Adapun Robosense dikategorikan sebagai kontributor fusi militer karena dugaan afiliasi dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Baca Juga :  Toyota Rilis SUV Listrik Urban Cruiser Ebella Rp450 Jutaan

Hesai juga masuk dalam daftar yang sama akibat dugaan hubungan dengan MIIT, SASAC, dan PLA.

Potensi Dampak terhadap Bisnis dan Pengadaan Pemerintah AS

Masuknya perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam daftar Pentagon tidak secara otomatis memicu penerapan sanksi ekonomi dari pemerintah Amerika Serikat.

Namun, status tersebut berpotensi membatasi peluang perusahaan terkait dalam pengadaan pemerintah AS pada masa mendatang. Selain itu, pencantuman dalam daftar ini dapat mempersulit kerja sama bisnis dengan perusahaan atau mitra asal Amerika Serikat karena meningkatnya risiko regulasi dan pengawasan.

Bagi pelaku industri global, kebijakan ini berpotensi menciptakan tantangan baru dalam rantai pasok internasional, terutama bagi perusahaan yang memiliki hubungan komersial dengan entitas yang masuk dalam daftar tersebut.

Meski demikian, perusahaan yang tercantum dalam daftar Pentagon masih memiliki kesempatan untuk mengajukan permohonan resmi guna meminta penghapusan nama mereka dari daftar tersebut melalui mekanisme yang telah disediakan Departemen Pertahanan AS. (LLN/*)

Berita Terkait

Keeway Road Falcon Rilis di Jakarta Fair 2026, Harga Rp57 Jutaan
Honda CR-V Bekas 2015 Masih Layak Dibeli Tahun Ini
Kenaikan Harga Pertamax 10 Juni 2026 Bikin Biaya Full Tank Mobil Meningkat
Cicilan EMMO JVX GT Mulai Rp478 Ribu, Motor MBG Dibanderol Rp58 Juta
Asal-usul Porsche 911 Carrera G50 Langka Milik Kolektor Viral
Toyota Rilis SUV Listrik Urban Cruiser Ebella Rp450 Jutaan
Diskon Mobil Honda, HR-V Hybrid Hemat Puluhan Juta
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:01 WIB

Keeway Road Falcon Rilis di Jakarta Fair 2026, Harga Rp57 Jutaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:07 WIB

Honda CR-V Bekas 2015 Masih Layak Dibeli Tahun Ini

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:15 WIB

Kenaikan Harga Pertamax 10 Juni 2026 Bikin Biaya Full Tank Mobil Meningkat

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:03 WIB

BYD Masuk Daftar Hitam AS, Disebut Terkait Militer China

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:03 WIB

Cicilan EMMO JVX GT Mulai Rp478 Ribu, Motor MBG Dibanderol Rp58 Juta

Berita Terbaru

Sony 1000X The Collexion Rilis di Indonesia, Ini Harganya (Foto: medcom)

Teknologi

Sony 1000X The Collexion Rilis di Indonesia, Ini Harganya

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:07 WIB

ILustrasi. 5 Rekomendasi Film Horor Incel Terbaru (Foto: Ai)

Showbiz

5 Rekomendasi Film Horor Incel Terbaru

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:10 WIB

Ilustrasi. Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp2.711.000 per Gram (Foto: Ai)

Finansial

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp2.711.000 per Gram

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:17 WIB

5 Laptop Intel Core i5 Murah Juni 2026, Mulai Rp6 Jutaan! (Foto: Ai)

Teknologi

5 Laptop Intel Core i5 Murah Juni 2026, Mulai Rp6 Jutaan!

Sabtu, 13 Jun 2026 - 08:07 WIB