Dengarkabar.com – Timnas Brasil harus memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 tanpa Neymar. Bintang bernomor punggung 10 itu dipastikan absen dalam laga pembuka menghadapi Maroko di MetLife Stadium akibat cedera betis yang belum pulih sepenuhnya.
Absennya Neymar memunculkan pertanyaan besar mengenai kontribusinya di turnamen kali ini, termasuk peluang untuk mencetak gol pada fase grup. Hingga saat ini, pemain berusia 34 tahun tersebut telah menjalani masa pemulihan hampir satu bulan.
Tim pelatih Brasil terus memantau perkembangan kondisi Neymar. Sang pemain ditargetkan sudah dapat kembali menjalani latihan penuh dalam waktu dekat, sehingga berpeluang tampil saat Brasil menghadapi Haiti pada pertandingan kedua fase grup yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni.
Brasil Ambil Langkah Hati-hati
Sejak awal proses pemanggilan skuad, pelatih Carlo Ancelotti bersama tim medis Timnas Brasil telah memahami bahwa cedera yang dialami Neymar bukan persoalan ringan.
Atas dasar itu, keputusan mempertahankan Neymar dalam daftar pemain dilakukan dengan pendekatan yang sangat hati-hati. Brasil ingin memastikan sang pemain berada dalam kondisi terbaik apabila dibutuhkan pada fase-fase penting turnamen.
Jika Selecao mampu memastikan tiket ke babak gugur lebih awal, peluang Neymar untuk kembali merumput tetap terbuka. Namun, keputusan akhir terkait keterlibatannya akan bergantung pada perkembangan pemulihan serta situasi pertandingan yang dihadapi Brasil.
Pada fase grup Piala Dunia 2026, Brasil dijadwalkan menghadapi Maroko pada 13 Juni, Haiti pada 19 Juni, dan Skotlandia pada 24 Juni.
Dengan jadwal tersebut, perhatian publik kini tertuju pada proses pemulihan Neymar dan potensi dampak yang dapat ia berikan bagi perjalanan Brasil di sisa kompetisi.
Giovane Elber Kritik Pemanggilan Neymar
Di tengah proses pemulihan Neymar, kritik terhadap kehadirannya di skuad Brasil turut mencuat. Mantan striker Timnas Brasil, Giovane Elber, menilai Neymar sudah tidak layak menjadi bagian dari tim untuk Piala Dunia 2026.
Dalam wawancaranya bersama Sport Bild, Elber menyoroti inkonsistensi performa Brasil sepanjang babak kualifikasi. Meski demikian, ia melihat adanya perkembangan positif sejak tim berada di bawah arahan Carlo Ancelotti.
“Yang memberi sedikit harapan adalah Brasil mulai bermain sebagai tim di bawah Ancelotti,” ujar Elber.
Sorotan Elber terutama mengarah kepada Neymar, yang hingga kini masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Brasil dengan koleksi 79 gol.
Meski mengakui besarnya pengaruh Neymar dalam sepak bola Brasil, Elber berpendapat bahwa keputusan memanggil sang pemain lebih dipengaruhi tekanan publik dibanding pertimbangan performa terkini.
“Sebagian besar fans ingin Neymar tetap dipanggil. Bahkan Presiden ikut mendukung. Tekanan terhadap Ancelotti sangat besar,” kata Elber.
Harapan Brasil Bertumpu pada Kebugaran Neymar
Terlepas dari kritik yang muncul, Neymar tetap menjadi sosok penting dalam skuad Brasil. Pengalaman serta rekam jejaknya di level internasional dinilai masih dapat memberikan nilai tambah bagi tim asuhan Carlo Ancelotti.
Kini, fokus utama Brasil adalah memastikan proses pemulihan Neymar berjalan sesuai rencana. Keberhasilannya kembali ke lapangan pada fase grup atau babak gugur berpotensi menjadi faktor penting dalam upaya Selecao memburu gelar Piala Dunia 2026. (LLN/*)










Komentar