Dengarkabar.com – BMKG Minangkabau memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat hingga 6 Agustus 2026. Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprakirakan masih berpeluang terjadi di banyak wilayah. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi sehingga masyarakat diminta lebih waspada.
Peringatan dini tersebut berlaku untuk periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2026. Selama rentang waktu itu, BMKG memantau kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan secara luas.
Prakirawan BMKG Minangkabau, Hangra Travema Ulfi, mengatakan kombinasi beberapa faktor atmosfer menjadi pemicu meningkatnya potensi hujan pada awal Agustus.
“Adanya kombinasi gelombang Kelvin, konvergensi angin, serta anomali suhu muka laut yang hangat sangat mendukung potensi hujan di awal Agustus ini,” ujar Hangra saat dikonfirmasi pada Senin (3/8/2026).
Daftar 10 Daerah Berstatus Siaga
BMKG menetapkan status Siaga untuk periode 31 Juli hingga 3 Agustus 2026 di 10 kabupaten dan kota. Status tersebut menunjukkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang perlu diwaspadai.
Daerah yang masuk kategori Siaga meliputi:
- Kabupaten Kepulauan Mentawai
- Pasaman Barat
- Agam
- Padang Pariaman
- Kota Pariaman
- Kota Padang
- Pesisir Selatan
- Pasaman
- Lima Puluh Kota
- Kabupaten Solok
Sementara itu, sembilan daerah lainnya berada pada status Waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat.
Wilayah tersebut meliputi Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Payakumbuh, Sawahlunto, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Mulai 4 Agustus, Seluruh Sumbar Berstatus Waspada
BMKG memperkirakan potensi hujan akan meluas pada periode 4–6 Agustus 2026. Seluruh 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat diprakirakan masuk kategori Waspada.
Meski begitu, BMKG memastikan belum ada indikasi status Awas maupun ancaman angin kencang.
“Untuk status Awas maupun potensi angin kencang hingga saat ini nihil, namun potensi hujan sedang hingga lebat tetap membayangi seluruh wilayah Sumbar,” kata Hangra.
Warga Diminta Hindari Lokasi Berisiko
BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan prakiraan cuaca. Langkah antisipasi menjadi penting untuk mengurangi dampak banjir, longsor, genangan, maupun pohon tumbang akibat hujan deras.
Selain itu, warga diminta menghindari lokasi yang rawan bencana saat hujan turun. Jangan berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang sudah rapuh karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Kami meminta warga membatasi aktivitas di ruang terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir dan angin kencang demi keselamatan bersama,” tutur Hangra.
Masyarakat juga diharapkan mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas. Dengan mengetahui kondisi cuaca lebih awal, warga dapat menyesuaikan rencana perjalanan dan mengurangi potensi risiko selama cuaca ekstrem masih berlangsung.











Komentar