Candi Muaro Jambi, Kompleks Buddha Terluas di Asia Tenggara

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Candi Muaro Jambi, Kompleks Buddha Terluas di Asia Tenggara (Foto: rri.co.id/ilustrasi Ai)

Candi Muaro Jambi, Kompleks Buddha Terluas di Asia Tenggara (Foto: rri.co.id/ilustrasi Ai)

Dengarkabar.com – Di tepian Sungai Batanghari yang membelah wilayah Jambi, berdiri salah satu warisan sejarah paling penting di Indonesia, yakni Candi Muaro Jambi. Situs ini dikenal sebagai kompleks percandian Buddha terluas di Asia Tenggara dengan luas mencapai sekitar 3.981 hektare. Kawasan bersejarah tersebut berada di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 26 kilometer dari pusat Kota Jambi.

Keberadaan Candi Muaro Jambi menjadi bukti kuat bahwa Pulau Sumatera pernah menjadi pusat peradaban besar yang berpengaruh dalam perkembangan agama, pendidikan, dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

Pusat Pendidikan Buddha pada Masa Kejayaan Kerajaan

Para ahli memperkirakan kompleks Candi Muaro Jambi dibangun antara abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi. Periode tersebut bertepatan dengan masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu Kuno yang memiliki pengaruh luas dalam jaringan perdagangan serta penyebaran ajaran Buddha di Asia.

Berdasarkan hasil kajian arkeologi, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peribadatan. Candi Muaro Jambi juga diyakini menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan agama Buddha yang penting pada masanya. Peran tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pusat intelektual di Asia Tenggara pada era klasik.

Baca Juga :  IHSG Berpotensi Melemah Jelang Pengumuman MSCI, Ini Rekomendasi Saham Analis

Ditemukan Kembali dan Terus Diteliti

Catatan mengenai keberadaan situs ini pertama kali muncul pada tahun 1824 ketika seorang tentara Inggris bernama S.C. Crooke melaporkan temuan reruntuhan bangunan kuno di kawasan tersebut.

Meski demikian, penelitian dan pemugaran secara intensif baru dilakukan pemerintah Indonesia mulai tahun 1975. Hingga sekarang, proses penelitian masih terus berlangsung karena para arkeolog menduga masih terdapat sejumlah struktur bangunan kuno yang tertimbun di bawah permukaan tanah dan belum sepenuhnya terungkap.

Temuan-temuan baru dari kawasan ini berpotensi memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kehidupan masyarakat serta perkembangan agama Buddha di Nusantara pada masa lampau.

Keunikan Arsitektur Candi Muaro Jambi

Salah satu daya tarik utama Candi Muaro Jambi terletak pada teknik pembangunannya. Kompleks ini tersusun dari batu bata merah yang disusun tanpa menggunakan semen sebagai perekat.

Kawasan percandian membentang sepanjang kurang lebih 7,5 kilometer mengikuti aliran Sungai Batanghari. Di dalamnya terdapat sejumlah bangunan utama yang memiliki karakteristik berbeda, antara lain Candi Kedaton, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, dan Candi Tinggi.

Setiap candi memiliki bentuk serta fungsi tersendiri yang mencerminkan kompleksitas kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat pada masa itu.

Baca Juga :  Konten "POV Gaji ke-13" ASN Jambi Jadi Sorotan Publik

Destinasi Wisata Budaya dan Religi

Selain bernilai sejarah tinggi, Candi Muaro Jambi kini berkembang sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan religi unggulan di Provinsi Jambi.

Pengunjung dapat menikmati suasana tenang khas kawasan cagar budaya sambil bersepeda atau menjelajahi area percandian yang teduh dan dikelilingi hamparan hijau. Lingkungan yang masih alami menjadikan kawasan ini menarik bagi wisatawan, peneliti, maupun pecinta sejarah.

Sebagai bentuk pengakuan terhadap nilai universalnya, pemerintah Indonesia telah mengajukan Candi Muaro Jambi sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

Warisan Peradaban yang Terus Dilestarikan

Candi Muaro Jambi bukan sekadar peninggalan arkeologi, melainkan simbol kejayaan peradaban Nusantara yang pernah memainkan peran penting dalam perkembangan agama, pendidikan, dan budaya di Asia Tenggara.

Upaya pelestarian yang terus dilakukan menjadi langkah penting untuk menjaga warisan sejarah tersebut agar tetap dapat dipelajari dan dinikmati oleh generasi mendatang. Dengan kekayaan sejarah dan nilai budaya yang dimilikinya, Candi Muaro Jambi tetap menjadi salah satu aset berharga bangsa Indonesia yang patut dijaga bersama. (LLN/*)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh
Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara
Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan
Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat
24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram
Kejari Sungai Penuh Amankan Rp186 Juta Kerugian Negara Desa Tanjung Tanah
Tabuik Pariaman, Tradisi Muharam yang Terus Menjaga Identitas Budaya Piaman
Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau yang Segar dan Sarat Khasiat
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:05 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:05 WIB

24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB