Danau Jempang, Wisata Alam dan Budaya Andalan Kaltim

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 19:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Danau Jempang, Wisata Alam dan Budaya Andalan Kaltim

Danau Jempang, Wisata Alam dan Budaya Andalan Kaltim

Dengarkabar.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur terus memperkuat promosi destinasi unggulan daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu kawasan yang kini menjadi fokus pengembangan adalah Danau Jempang di Kabupaten Kutai Barat, destinasi yang menawarkan perpaduan keindahan alam, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya lokal.

Kepala Dispar Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan Danau Jempang bukan sekadar lokasi rekreasi, melainkan kawasan wisata yang memiliki nilai edukasi sekaligus menjadi representasi kekayaan alam dan budaya Benua Etam.

“Danau Jempang menyuguhkan keindahan yang terintegrasi antara keanekaragaman flora, fauna, dan kekayaan budaya lokal yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Ririn saat ditemui di Samarinda.

Danau seluas sekitar 15.000 hektare dengan kedalaman mencapai 7 hingga 8 meter itu merupakan salah satu yang terbesar di antara 76 danau yang berada di sepanjang aliran Sungai Mahakam. Luas kawasan dan kondisi alam yang masih terjaga menjadikan Danau Jempang sebagai salah satu aset wisata penting di Kalimantan Timur.

Surga Pengamat Burung dan Habitat Ikan Lokal

Keanekaragaman hayati menjadi daya tarik utama Danau Jempang. Kawasan ini dikenal sebagai habitat berbagai jenis burung air sehingga menjadi tujuan favorit bagi para pengamat burung atau birdwatcher.

Pengunjung dapat menyaksikan berbagai spesies seperti kuntul, bangau, walet, hingga cangak yang bebas beraktivitas di sekitar danau. Pemandangan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang menyukai wisata alam dan fotografi satwa liar.

Baca Juga :  Warga Soroti Harga Kambing Program Ketahanan Pangan Siak

Selain menjadi rumah bagi beragam satwa, Danau Jempang juga menyimpan potensi perikanan yang melimpah. Berbagai jenis ikan lokal menjadi sumber penghidupan masyarakat, khususnya para nelayan tradisional yang menggantungkan ekonomi keluarganya pada hasil tangkapan di danau tersebut.

Kampung Tanjung Isuy Jaga Warisan Budaya Dayak

Pesona Danau Jempang semakin lengkap dengan keberadaan Kampung Tanjung Isuy di tepian danau. Kampung ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Dayak di Kabupaten Kutai Barat.

Wisatawan dapat melihat langsung rumah adat Lamin yang masih berdiri megah sebagai simbol budaya masyarakat setempat. Selain menikmati arsitektur tradisional, pengunjung juga berkesempatan membeli berbagai kerajinan tangan hasil karya warga, mulai dari anyaman rotan hingga ukiran kayu yang memiliki nilai seni tinggi.

Baca Juga :  686 Mahasiswa Baru IAIN Kerinci Ikuti PBAK 2026, Rektor Tekankan Pengembangan Diri

Keberadaan kampung budaya ini memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap karena memadukan keindahan alam dengan kekayaan tradisi yang masih dipertahankan hingga kini.

Perjalanan Menantang dengan Panorama Memukau

Untuk mencapai Danau Jempang, wisatawan harus menempuh perjalanan darat sejauh sekitar 213 kilometer dari Kota Samarinda menuju Kampung Tanjung Isuy. Waktu tempuh berkisar antara 6,5 hingga 7 jam.

Selain jalur darat, wisatawan juga dapat memilih perjalanan melalui sungai menggunakan perahu. Jalur ini menawarkan pengalaman berbeda, namun memerlukan persiapan lebih matang serta mempertimbangkan kondisi cuaca demi keselamatan perjalanan.

Meski membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, Dispar Kalimantan Timur meyakini panorama Danau Jempang serta kekayaan budaya yang tersaji di kawasan tersebut akan menjadi pengalaman wisata yang sepadan. Potensi inilah yang terus didorong pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkenalkan destinasi unggulan Kalimantan Timur kepada wisatawan yang lebih luas.

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh
Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara
Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan
Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat
24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram
Kejari Sungai Penuh Amankan Rp186 Juta Kerugian Negara Desa Tanjung Tanah
Tabuik Pariaman, Tradisi Muharam yang Terus Menjaga Identitas Budaya Piaman
Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau yang Segar dan Sarat Khasiat
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:05 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:05 WIB

24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB