Dengarkabar.com – FIFA akan memperkenalkan sejumlah teknologi terbaru dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan wasit sekaligus mempercepat jalannya pertandingan.
Salah satu pembaruan utama adalah penerapan teknologi offside semi otomatis generasi terbaru. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi keterlambatan keputusan offside yang selama ini kerap menjadi sorotan pemain maupun suporter.
Teknologi Offside Semi Otomatis Lebih Cepat
Melalui sistem baru tersebut, asisten wasit di pinggir lapangan akan menerima peringatan audio secara real-time apabila terdapat pemain yang berada dalam posisi offside lebih dari 10 sentimeter.
Dengan adanya notifikasi instan ini, petugas lapangan dapat segera mengambil keputusan tanpa perlu menunggu rangkaian serangan selesai terlebih dahulu. Informasi tersebut dikutip dari BBC pada Jumat (12/6/2026).
Sebelumnya, FIFA telah menguji teknologi serupa dalam Piala Dunia Antarklub dan Piala Interkontinental. Namun, saat itu sistem hanya memberikan notifikasi ketika pemain berada lebih dari 50 sentimeter dalam posisi offside.
Meski teknologi semakin canggih, keputusan akhir tetap berada di tangan asisten wasit. Mereka masih memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kapan bendera offside diangkat dan permainan dihentikan. FIFA juga memastikan sistem tersebut dilengkapi berbagai mekanisme pengaman guna meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan teknis.
Masih Memiliki Keterbatasan
FIFA menjelaskan bahwa teknologi ini baru mampu mendeteksi offside berdasarkan posisi pemain secara objektif. Sistem belum dapat menangani situasi offside yang bersifat subjektif.
Contohnya, ketika seorang pemain dinilai mengganggu lawan tanpa menyentuh bola. Selain itu, teknologi juga masih memiliki keterbatasan dalam mendeteksi situasi offside yang sangat tipis, pemain yang terjatuh, maupun kondisi ketika beberapa pemain berada dalam posisi yang berdekatan.
Meski demikian, FIFA berharap inovasi tersebut dapat mengurangi frustrasi akibat keputusan offside yang terlambat. Teknologi ini juga diyakini dapat menekan risiko cedera karena permainan yang sebenarnya sudah berada dalam situasi offside tidak lagi dilanjutkan terlalu lama.
FIFA Gunakan Avatar AI untuk Tingkatkan Akurasi
Selain pembaruan pada sistem offside, FIFA akan memanfaatkan avatar tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat.
Sebanyak 1.248 pemain dari 48 negara peserta akan menjalani proses pemindaian digital untuk menciptakan model virtual masing-masing pemain. Proses ini dilakukan di ruangan khusus dan hanya membutuhkan waktu sekitar satu detik saat sesi foto resmi sebelum turnamen dimulai.
Data hasil pemindaian tersebut akan digunakan untuk menghadirkan animasi offside yang lebih detail dan mudah dipahami dibandingkan visualisasi yang digunakan saat ini. Dengan demikian, penonton maupun tim pertandingan dapat melihat proses pengambilan keputusan secara lebih transparan.
Teknologi Deteksi Bola Keluar Lapangan
FIFA juga menyetujui penggunaan teknologi baru untuk menentukan apakah bola telah keluar lapangan sebelum terciptanya gol.
Sistem ini akan menghasilkan animasi tiga dimensi yang menunjukkan posisi bola secara presisi, serupa dengan teknologi garis gawang yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, chip yang tertanam di dalam bola memungkinkan sistem mendeteksi pemain terakhir yang melakukan sentuhan. Teknologi tersebut akan membantu Video Assistant Referee (VAR) dalam mengevaluasi keputusan tendangan sudut maupun situasi lain yang berkaitan dengan bola keluar lapangan.
Rekonstruksi 3D Real-Time untuk Membantu VAR
Inovasi lain yang tengah dikembangkan FIFA adalah teknologi “Real-time 3D Recreation”. Sistem ini dirancang untuk membantu pengambilan keputusan offside yang berkaitan dengan gangguan pandangan penjaga gawang atau line of sight.
Teknologi tersebut menghadirkan dua tayangan virtual yang mereplikasi sudut pandang kiper secara lebih akurat. Dengan bantuan visualisasi ini, VAR dapat menilai apakah pandangan penjaga gawang benar-benar terhalang oleh pemain yang berada dalam posisi offside.
Kehadiran berbagai inovasi teknologi tersebut menunjukkan upaya FIFA untuk terus meningkatkan kualitas pertandingan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap keputusan perangkat pertandingan. Piala Dunia 2026 pun berpotensi menjadi salah satu turnamen dengan dukungan teknologi paling maju dalam sejarah sepak bola dunia. (LLN/*)










Komentar