Dengarkabar.com – Perjuangan Rofi Arif Robbani membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang meraih pendidikan tinggi. Berbekal prestasi dari berbagai perlombaan, siswa asal Cilacap itu berhasil diterima di Program Studi Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia juga memperoleh beasiswa yang membebaskannya dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Keberhasilan tersebut menjadi kabar membahagiakan bagi keluarga Rofi. Selain membuka jalan menuju kampus impiannya, beasiswa UKT nol juga meringankan beban ekonomi orang tuanya.
Prestasi Membuka Jalan ke UGM
Rofi berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan di Cilacap dan terus berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.
“Yang penting saya usaha. Berapa pun hasilnya, itu rezeki kami,” ujar ayah Rofi, seperti dikutip dari laman UGM, Jumat (17/7/2026).
Selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Maos, Cilacap, Jawa Tengah, Rofi aktif mengikuti berbagai perlombaan. Beragam prestasi yang diraihnya kemudian menjadi modal penting untuk bersaing di jalur SNBP hingga akhirnya mengantarkannya diterima di UGM.
Sempat Cemas Menunggu Pengumuman
Rofi mengaku sempat diliputi rasa gugup ketika menanti hasil seleksi SNBP. Ia bahkan merasa kurang percaya diri menjelang pengumuman karena tingginya persaingan.
Momen yang ditunggu akhirnya tiba. Setelah mengetahui dirinya dinyatakan lolos, rasa haru langsung menyelimuti dirinya hingga tak kuasa menahan air mata.
“Yang pertama saya bilang waktu itu cuma, ‘Hah, keterima’,” kenang Rofi.
Kebahagiaan itu semakin lengkap setelah ia mengetahui bahwa UGM juga memberikan beasiswa berupa pembebasan biaya UKT.
“Itu benar-benar sebuah berkah bagi kami. Saya jadi bisa kuliah dengan lebih tenang tanpa harus terlalu memikirkan biaya,” ungkapnya.
Ayah Bersyukur Beban Biaya Kuliah Berkurang
Keberhasilan Rofi turut menghadirkan kebahagiaan bagi sang ayah. Menurutnya, perjuangan putranya selama ini akhirnya membuahkan hasil sekaligus meringankan beban keluarga dalam membiayai pendidikan tinggi.
Ia juga menilai Rofi sebagai sosok yang mampu bangkit setiap menghadapi tekanan dan tantangan.
“Saya sangat bersyukur, terima kasih UGM. UKT nol ini sangat membantu sehingga Rofi bisa lebih fokus belajar,” ujarnya.
Memilih Psikologi untuk Meningkatkan Kepedulian terhadap Kesehatan Mental
Meski selama bersekolah dikenal memiliki ketertarikan pada bidang sains, Rofi justru memilih Program Studi Psikologi UGM sebagai tujuan kuliahnya.
Pilihan tersebut didorong oleh keinginannya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya kesehatan mental. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang mental health dapat membantu mengurangi konflik yang kerap muncul akibat perbedaan cara pandang.
Ke depan, Rofi bertekad melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi psikolog dan program magister psikologi agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas di bidang tersebut.
Pesan untuk Pelajar Indonesia
Di akhir kisahnya, Rofi membagikan pesan penyemangat bagi para pelajar yang masih berjuang meraih cita-cita.
“Jangan pernah merasa mimpi kalian ketinggian. Jangan pernah merasa tidak punya kesempatan. Kesempatan itu akan selalu ada selama kita mau berusaha. Apa pun tantangannya, mulai saja dulu. Insyaallah apa yang dimulai dengan niat baik pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga,” pungkas Rofi.











Komentar