Dengarkabar.com – Stephen Chow telah lama dikenal sebagai salah satu ikon perfilman Asia yang sukses memadukan komedi absurd khas Mo Lei Tau dengan kisah yang menghibur sekaligus menyentuh. Tidak hanya menuai pujian dari kritikus dan penonton, sejumlah karyanya juga mencatatkan pendapatan fantastis di box office global, terutama di pasar Tiongkok yang sangat besar.
Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa Stephen Chow bukan sekadar aktor dan sutradara komedi. Ia mampu mengubah gaya humor uniknya menjadi formula yang diterima luas oleh penonton lintas generasi.
Berikut empat film Stephen Chow dengan pendapatan tertinggi yang menunjukkan dominasinya di industri perfilman.
1. The Mermaid (2016) – USD 553 Juta
The Mermaid menjadi film dengan pendapatan tertinggi dalam karier Stephen Chow, dengan raihan mencapai USD 553 juta di box office.
Film ini berkisah tentang Liu Xuan, seorang taipan properti kaya yang membeli sebuah kawasan suaka alam untuk mengembangkan proyek real estat. Keputusan tersebut mengancam keberlangsungan hidup komunitas putri duyung yang tinggal di wilayah itu.
Untuk menghentikan rencana tersebut, kaum putri duyung mengutus Shan, seorang putri duyung cantik, guna membunuh Liu Xuan. Namun, hubungan keduanya berkembang menjadi kisah cinta yang tidak terduga.
Meski hanya berperan sebagai sutradara, Stephen Chow berhasil menghadirkan komedi khasnya yang absurd, termasuk sejumlah adegan kocak yang ikonik. Di balik humor tersebut, film ini juga menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Kesuksesan The Mermaid membuktikan kemampuan Chow dalam mengemas isu sosial serius menjadi tontonan yang menghibur sekaligus menggugah emosi penonton.
2. Journey to the West: Conquering the Demons (2013) – USD 215 Juta
Dengan pendapatan mencapai USD 215 juta, Journey to the West: Conquering the Demons menawarkan interpretasi baru terhadap legenda klasik Kera Sakti.
Cerita berfokus pada Xuanzang, seorang pemburu iblis muda yang berupaya menciptakan kedamaian dengan menjinakkan berbagai makhluk jahat, mulai dari iblis air, iblis babi, hingga Sun Wukong.
Melalui film ini, Stephen Chow menghadirkan petualangan berskala besar dengan dukungan efek visual yang ambisius. Walaupun sarat adegan aksi, sentuhan komedi slapstick khas Chow tetap menjadi elemen utama yang memperkuat daya tarik cerita.
Perpaduan antara kisah legenda Tiongkok dengan gaya humor modern membuat film ini berhasil menarik perhatian penonton dalam jumlah besar.
3. Kung Fu Hustle (2004) – USD 105 Juta
Kung Fu Hustle menjadi salah satu karya paling ikonik dalam perjalanan karier Stephen Chow dengan total pendapatan sebesar USD 105 juta.
Film ini mengisahkan Sing, seorang pria yang bercita-cita bergabung dengan Geng Kapak, kelompok kriminal yang disegani. Namun, tindakannya justru memicu konflik antara geng tersebut dan penghuni Rusun Kandang Babi yang ternyata merupakan para ahli kung fu dengan kemampuan luar biasa.
Stephen Chow tidak hanya menyutradarai, tetapi juga tampil sebagai pemeran utama dalam film ini. Kombinasi adegan bela diri yang spektakuler dengan humor ala kartun menjadikan Kung Fu Hustle sebagai salah satu film aksi-komedi terbaik yang pernah diproduksi.
Hingga kini, film tersebut masih dianggap sebagai mahakarya Stephen Chow yang berhasil memperkenalkan gaya komedinya kepada penonton internasional.
4. CJ7 (2008) – USD 54 Juta
CJ7 mencatat pendapatan sebesar USD 54 juta dan menjadi film terakhir Stephen Chow sebagai pemeran utama.
Film ini bercerita tentang seorang buruh miskin yang membesarkan anaknya seorang diri. Suatu hari, ia menemukan benda aneh di tempat sampah yang ternyata merupakan makhluk alien kecil dengan kemampuan ajaib.
Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang lebih menonjolkan aksi dan komedi slapstick, CJ7 hadir sebagai film keluarga dengan nuansa emosional yang lebih kuat.
Melalui kisah sederhana tersebut, Stephen Chow menyisipkan kritik sosial mengenai kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Pesan tentang kasih sayang orang tua dan harapan di tengah keterbatasan menjadi kekuatan utama film ini.
Dominasi Stephen Chow di Perfilman Asia
Kesuksesan film-film tersebut menunjukkan besarnya pengaruh Stephen Chow dalam industri hiburan Asia. Gaya komedi Mo Lei Tau yang menjadi ciri khasnya mampu diterima oleh pasar yang luas tanpa kehilangan identitas budaya Tiongkok.
Selain menghadirkan hiburan, karya-karyanya kerap memuat pesan sosial, kritik terhadap ketimpangan, hingga isu lingkungan. Kombinasi antara humor, emosi, dan cerita yang relevan membuat film-film Stephen Chow tetap diminati hingga saat ini.
Dengan capaian box office yang impresif, Stephen Chow membuktikan bahwa komedi dapat menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan sekaligus meraih kesuksesan komersial di tingkat global. (LLN/*)










Komentar