Kabarinaja.id – Industri sinema global terus mengeksplorasi ketakutan yang semakin dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari, tidak lagi sekadar mengandalkan sosok hantu, monster, atau pembunuh berantai. Subgenre incel horror kini menjadi tren baru yang ramai di perbincangkan karena menyoroti bahaya obsesi ekstrem, rasa kepemilikan sepihak, serta hasrat mengontrol pasangan yang kerap bersembunyi di balik citra pria baik-baik (nice guy). Through narasi yang mencekam, deretan film ini memperlihatkan bagaimana sebuah ketertarikan romantis dapat terdistorsi menjadi tindakan kriminal berbahaya yang merenggut kebebasan orang lain.
Bagi Anda yang mencari tontonan dengan ketegangan psikologis yang intens, berikut adalah rekomendasi film horor incel yang menarik untuk disaksikan.
1. Obsession (2026)
Sutradara muda asal Amerika Serikat, Curry Barker, menghadirkan Obsession sebagai salah satu rilisan terbaru dalam subgenre ini. Kisahnya berpusat pada pemuda pemalu bernama Bear (Michael Johnston) yang memendam rasa cinta mendalam kepada rekan kerja sekaligus sahabat dekatnya, Nikki (Inde Navarrette). Ketidakberanian Bear untuk mengungkapkan perasaan, di tambah kecemasan akut mengenai masa depannya, memicu keputusasaan yang mendalam. Situasi ini mendorong Bear mengambil langkah ekstrem dengan melakukan ritual mistis dan perjanjian supranatural demi menguasai Nikki, baik secara batin maupun fisik.
2. Companion (2025)
Companion menyajikan premis fiksi ilmiah yang berpadu dengan horor psikologis. Sinema ini mengisahkan Iris (Sophie Thatcher), sebuah robot perempuan dengan kecerdasan buatan canggih yang disewa oleh Josh (Jack Quaid), seorang pria kesepian yang menyimpan pandangan misoginis. Josh memperlakukan Iris murni sebagai objek pemuas kebutuhan pribadi karena memiliki kendali penuh atas sistem robot tersebut. Ketegangan memuncak saat sebuah insiden tidak terduga memicu lahirnya kesadaran mandiri dalam diri Iris, mendorongnya untuk memberontak melawan dominasi Josh.
3. Blink Twice (2023)
Debut penyutradaraan Zoë Kravitz ini mengambil sudut pandang Frida (Naomi Ackie), seorang perempuan berkulit hitam yang menyambung hidup sebagai pramusaji. Nasib Frida berubah setelah ia menarik perhatian Slater King (Channing Tatum), seorang miliarder kaya yang kemudian mengundangnya berlibur ke sebuah resor mewah privat. Mengantisipasi risiko, Frida mengajak sahabatnya, Jess (Alia Shawkat), untuk mendampinginya sepanjang perjalanan. Liburan yang semula tampak seperti surga dunia tersebut perlahan berubah menjadi mimpi buruk saat Frida menyadari tempat itu merupakan sarang pria-pria manipulator yang haus kekuasaan.
4. Don’t Worry Darling (2022)
Di sutradarai oleh Olivia Wilde, film ini menampilkan Alice (Florence Pugh) dan Jack (Harry Styles) yang menikmati kehidupan domestik ideal di Victory, sebuah kota eksperimental berkonsep estetika tahun 1950-an. Keharmonisan rumah tangga mereka mulai retak ketika Alice menemukan serangkaian kejanggalan dalam proyek rahasia tempat suaminya bekerja. Alice akhirnya membongkar kenyataan pahit bahwa kota tersebut hanyalah sebuah simulasi virtual. Para suami di dunia nyata sengaja menjebak istri mereka ke dalam sistem komputer secara paksa agar dapat hidup sesuai fantasi patriarki, memicu perjuangan sengit Alice untuk meloloskan diri.
5. Spree (2020)
Berbeda dengan judul-judul sebelumnya, Spree mengemas fenomena ini lewat balutan komedi hitam dan satir modern. Ceritanya mengikuti Kurt Kunkle (Joe Keery), seorang pemuda yang sangat terobsesi menjadi kreator konten terkenal di media sosial. Kegagalan meraih popularitas selama bertahun-tahun mendorong Kurt mengambil tindakan nekat demi mendongkrak pengikut. Ia memanfaatkan profesinya sebagai pengemudi taksi daring untuk melakukan aksi pembunuhan berantai terhadap para penumpang secara langsung (live streaming) demi mendapatkan interaksi digital yang ia dambakan.
(Wd/*)










Komentar