Kera Ekor Panjang Teror Warga Inhil 18 Kali

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kera Ekor Panjang Teror Warga Inhil 18 Kali (Foto: dok. istimewa)

Kera Ekor Panjang Teror Warga Inhil 18 Kali (Foto: dok. istimewa)

Dengarkabar.com – Teror seekor Kera Ekor Panjang sempat membuat warga Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, resah. Polisi mencatat satwa liar itu melakukan 18 kali penyerangan terhadap warga. Selain itu, jumlah korban mencapai 17 orang karena satu warga mengalami serangan sebanyak dua kali. Kini, aparat berhasil mengamankan kera tersebut sehingga aksi teror dinyatakan berhenti.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto menjelaskan penyerangan pertama terjadi pada 23 Juli 2026. Selanjutnya, serangan terus berulang hingga 5 Agustus 2026. Namun, petugas akhirnya berhasil menangkap kera itu pada Kamis siang. Karena itu, polisi memastikan tidak muncul lagi laporan penyerangan setelah penangkapan berlangsung.

Serangan Terjadi Secara Acak

Kera tersebut menyerang warga tanpa pola tertentu. Satwa itu mendatangi korban saat berada di dalam maupun luar rumah. Selain itu, kera juga menyerang warga ketika tidur, makan, bermain, beraktivitas, maupun saat lengah. Akibatnya, masyarakat sempat merasa khawatir menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

Berdasarkan hasil pemantauan polisi, serangan paling sering muncul pada pagi hingga sore hari. Waktu yang paling dominan berada sekitar pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB. Selanjutnya, serangan kembali terjadi sekitar pukul 13.00 WIB hingga menjelang pukul 17.00 WIB. Kondisi tersebut membuat warga semakin waspada pada jam-jam tersebut.

Kapolres menyebut kelompok yang paling banyak menjadi korban ialah lansia dan anak-anak. Karena itu, polisi mengimbau masyarakat tetap berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah. Meski demikian, situasi kini kembali kondusif setelah petugas mengamankan satwa tersebut. Warga juga mulai beraktivitas dengan lebih tenang.

Polisi Pastikan Pelaku Hanya Satu Ekor Kera

AKBP Donny menegaskan pelaku penyerangan hanya seekor Kera Ekor Panjang. Polisi tidak menemukan kelompok kera lain yang ikut melakukan serangan. Selain itu, sejak penangkapan berlangsung, tidak ada lagi laporan serangan baru dari masyarakat. Fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa hanya satu ekor kera menjadi pelaku.

Baca Juga :  Mobil Beli Pertalite Bakal Dibatasi, Desil 9-10 Terancam Tak Lagi Dapat Subsidi

Polisi juga meyakini satwa yang tertangkap merupakan kera yang selama ini meneror warga. Keterangan para korban menunjukkan ciri-ciri yang sama. Menurut AKBP Donny, kera itu sangat liar, agresif, serta memperlihatkan taring panjang dan tajam ketika menyerang. Ciri tersebut sesuai dengan kesaksian warga.

Selain itu, ukuran tubuh kera yang diamankan juga sesuai dengan keterangan para korban. Warga sebelumnya menggambarkan ukuran satwa itu secara konsisten. Sementara itu, petugas tidak menemukan kelompok kera lain di sekitar lokasi pemasangan perangkap milik BKSDA. Karena itu, polisi semakin yakin kera tersebut merupakan pelaku utama rangkaian penyerangan terhadap warga. (LN/*)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh
Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara
Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan
Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat
24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Kejari Sungai Penuh Amankan Rp186 Juta Kerugian Negara Desa Tanjung Tanah
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:05 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB