Dengarkabar.com – Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako membuka rangkaian Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik di Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026). Pertunjukan adat itu langsung menarik perhatian masyarakat. Selain menghadirkan keindahan seni, tarian tersebut membawa pesan tentang persatuan, musyawarah, dan penghormatan kepada pemangku adat.
Para penari memasuki arena ketika langit tampak mendung. Sementara itu, penyanyi anak jantan dan anak batino mengiringi mereka dengan syair-syair pusaka. Perpaduan tarian dan lantunan syair menciptakan suasana yang khidmat sejak awal acara.
Syair yang mereka bawakan mengajak masyarakat menjaga kebersamaan. Selain itu, syair tersebut mengingatkan pentingnya mengutamakan mufakat. Para penyanyi juga mengajak masyarakat menghormati depati dan ninik mamak sebagai pemimpin adat.
Syair Adat Sampaikan Pesan Persatuan
Salah satu bait berbunyi, “Buluk kato mupakat, yang iyo kato iyo lah buluk, yang ijik kato ijik.” Bait itu menegaskan bahwa masyarakat adat menjadikan kesepakatan bersama sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Karena itu, nilai musyawarah tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.
Selanjutnya, penyanyi melantunkan bait, “Sairing salam merbah, salam yang lalu kami sembah kembali… Tanjung Pauh pinang sebatang, kayo jauh lah datang, kami dekat lah tibo pulo.” Syair tersebut menyampaikan penghormatan kepada tamu yang hadir. Di sisi lain, bait itu juga menyambut para perantau yang pulang ke kampung halaman untuk mengikuti Kenduri Sko.
Tradisi yang Menjaga Identitas Budaya
Bagi masyarakat Tanjung Pauh Mudik, Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako bukan sekadar hiburan. Tradisi ini menjadi sarana untuk mewariskan nilai adat kepada generasi berikutnya. Bahkan, tarian tersebut memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Selain menjaga tradisi, masyarakat juga menggunakan Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako untuk mengenalkan identitas budaya kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai yang diwariskan leluhur tetap hidup dan terus berkembang di tengah perubahan zaman.
Akhirnya, penampilan Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako ditutup dengan tepuk tangan meriah dari masyarakat yang memadati arena. Antusiasme itu menunjukkan bahwa warisan budaya lokal masih mendapat tempat di hati masyarakat. Karena itu, Kenduri Sko terus menjadi ruang penting untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan adat Kerinci kepada generasi mendatang.










Komentar