Prada Kembangkan Pakaian Dalam Astronaut untuk Misi Bulan NASA

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prada Kembangkan Pakaian Dalam Astronaut untuk Misi Bulan NASA (Foto:Instagram @prada)

Prada Kembangkan Pakaian Dalam Astronaut untuk Misi Bulan NASA (Foto:Instagram @prada)

Dengarkabar.com – Rumah mode asal Italia, Prada, kembali memperluas jangkauan inovasinya di luar industri fesyen. Bersama perusahaan teknologi antariksa Axiom Space, Prada kini terlibat dalam pengembangan pakaian dalam khusus astronaut yang akan digunakan dalam misi Artemis IV NASA ke Bulan pada 2028.

Kolaborasi tersebut berfokus pada pengembangan Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG), yaitu lapisan pakaian yang dikenakan astronaut di balik baju antariksa. Meski tidak terlihat dari luar, komponen ini memegang peran vital dalam menjaga kondisi tubuh astronaut tetap stabil saat menghadapi lingkungan luar angkasa yang ekstrem.

Teknologi Pendingin untuk Mendukung Keselamatan Astronaut

LCVG dirancang menggunakan jaringan tabung kecil yang mengalirkan air dingin ke berbagai bagian tubuh astronaut. Sistem tersebut berfungsi membuang panas berlebih yang dihasilkan selama menjalankan aktivitas di luar wahana antariksa maupun ketika melakukan eksplorasi di permukaan Bulan.

Selain sistem pendingin, pakaian ini juga dilengkapi mekanisme ventilasi yang membantu menjaga sirkulasi udara di dalam baju antariksa. Kehadiran teknologi tersebut menjadi bagian penting dari sistem pendukung kehidupan yang memastikan astronaut tetap dapat bekerja secara optimal dalam kondisi ekstrem.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Axiom Space pada Minggu (7/6), perusahaan tersebut menegaskan bahwa LCVG akan menjadi salah satu perlengkapan utama astronaut pada misi Artemis IV NASA.

“Ketika astronaut kembali ke Bulan dalam misi Artemis IV NASA, LCVG akan menjadi salah satu lapisan yang berdiri di antara mereka dan kerasnya lingkungan luar angkasa,” tulis Axiom Space.

Axiom Space menjelaskan bahwa lingkungan luar angkasa memiliki perubahan suhu yang sangat drastis. Astronaut dapat menghadapi panas ekstrem saat terpapar langsung sinar Matahari, sekaligus suhu sangat rendah ketika berada di area yang tidak menerima paparan cahaya. Karena itu, sistem pendingin dan ventilasi menjadi elemen krusial dalam mendukung keselamatan serta kenyamanan selama misi berlangsung.

Baca Juga :  Google Rilis Gemini Go, AI Ringan untuk Ponsel Entry-Level

Kolaborasi Prada dan Axiom Space Berlanjut

Kerja sama antara Prada dan Axiom Space bukanlah hal baru. Pada 2023, kedua pihak telah berkolaborasi dalam pengembangan Axiom Extravehicular Mobility Unit (AxEMU), generasi terbaru baju antariksa yang dipersiapkan untuk mendukung program Artemis NASA.

Dalam proyek sebelumnya, Prada berkontribusi pada aspek desain serta pengembangan material lapisan luar baju antariksa. Kini, keterlibatan rumah mode tersebut diperluas hingga ke lapisan terdalam yang bersentuhan langsung dengan tubuh astronaut.

Keahlian Prada dalam pengembangan material inovatif, desain ergonomis, dan teknologi tekstil dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pemakaian pakaian antariksa selama misi jangka panjang. Faktor kenyamanan menjadi aspek penting karena astronaut harus mengenakan perlengkapan tersebut dalam waktu yang lama saat menjalankan tugas di luar wahana.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Live Streaming Piala Dunia 2026 Maxstream Ngadat

Bagian dari Ambisi Besar Program Artemis

Misi Artemis IV merupakan bagian dari Program Artemis NASA yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak era Apollo. Program ini juga dirancang untuk membangun fondasi eksplorasi luar angkasa jangka panjang di luar orbit Bumi.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Artemis IV akan dilaksanakan pada 2028. Misi tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan eksplorasi manusia menuju Mars pada masa mendatang.

Keterlibatan Prada dalam proyek ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas industri semakin dibutuhkan dalam pengembangan teknologi antariksa modern. Perpaduan antara inovasi teknologi dan keahlian di bidang material serta desain dinilai dapat menghasilkan perlengkapan astronaut yang lebih aman, fungsional, dan nyaman digunakan.

Seiring meningkatnya ambisi eksplorasi luar angkasa, kontribusi dari berbagai sektor industri diperkirakan akan memainkan peran penting dalam mendukung misi manusia menjelajahi wilayah yang lebih jauh di tata surya. (LLN/*)

Berita Terkait

Manfaat Skin Booster untuk Kulit Glowing dan Sehat
5 Miliarder AI Terkaya 2026, Elon Musk Pimpin Valuasi Global
Waspada Malware Vidarstealer Menyebar Lewat TikTok dan Reels
Logitech G Rilis G3 Series Terbaru, Desain Ringan dan Thocky
Cara Mengatasi Live Streaming Piala Dunia 2026 Maxstream Ngadat
Ini Alasan Bola Piala Dunia 2026 Adidas Trionda Harus Dicas
Cara Menghilangkan Komedo di Dagu agar Tidak Muncul Lagi
Piala Dunia 2026: Deretan Negara Peserta dengan Internet Tercepat di Dunia
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:06 WIB

Manfaat Skin Booster untuk Kulit Glowing dan Sehat

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:07 WIB

5 Miliarder AI Terkaya 2026, Elon Musk Pimpin Valuasi Global

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:09 WIB

Waspada Malware Vidarstealer Menyebar Lewat TikTok dan Reels

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:11 WIB

Logitech G Rilis G3 Series Terbaru, Desain Ringan dan Thocky

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:02 WIB

Cara Mengatasi Live Streaming Piala Dunia 2026 Maxstream Ngadat

Berita Terbaru

Bocoran iPhone 18 Pro Pakai Face ID di Bawah Layar (Foto: ifixied)

Gadget

Bocoran iPhone 18 Pro Pakai Face ID di Bawah Layar

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:04 WIB

Update Honor of Kings Plus 2.0 Rilis, Ini Detailnya (Wd/*)

Game

Update Honor of Kings Plus 2.0 Rilis, Ini Detailnya

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:08 WIB

Laba BTN Meroket 54 Persen Jadi Rp1,85 Triliun Mei 2026 (Foto: BTN/medcom)

Finansial

Laba BTN Meroket 54 Persen Jadi Rp1,85 Triliun Mei 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:07 WIB