Dengarkabar.com – Lonjakan harga bahan baku kedelai dan plastik kemasan memaksa para pengusaha tahu tempe memutar otak agar tidak gulung tikar. Salah satu siasat yang kini di ambil oleh perajin lokal di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, adalah dengan memperkecil ukuran produk tempe yang mereka pasarkan.
Langkah memperkecil ukuran cetakan ini menjadi pilihan realistis demi menghindari kerugian yang lebih besar. Para pelaku usaha mikro ini mengaku sulit menaikkan harga jual di tingkat konsumen karena khawatir akan memicu penurunan daya beli masyarakat.
Selain memangkas dimensi produk, lonjakan biaya produksi ini juga berdampak langsung pada volume pembuatan tempe harian. Saat ini, kapasitas produksi di salah satu rumah usaha lokal di Serpong merosot tajam hingga menyentuh angka 50 persen.
Sebelum gelombang kenaikan harga melanda, para pekerja mampu mengolah sekitar 3 kuintal kedelai per hari. Kini, mereka hanya memproduksi sekitar 1,5 kuintal kedelai saja setiap harinya demi menyesuaikan modal kerja yang kian membengkak.
Kondisi dilematis ini menggambarkan tekanan berat yang sedang di hadapi sektor industri makanan skala rumahan. Para pengusaha sangat berharap ada intervensi dan kestabilan harga bahan baku dari pemerintah agar rantai usaha mereka bisa kembali berjalan normal. (Dk/*)









Komentar