10 Saham Paling Diburu Asing Saat IHSG Anjlok 4,11%

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

10 Saham Paling Diburu Asing Saat IHSG Anjlok 4,11% ( Ilustrasi : CNBC Indonesia/Tri Susilo)

10 Saham Paling Diburu Asing Saat IHSG Anjlok 4,11% ( Ilustrasi : CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Dengarkabar.com – Di tengah tekanan hebat yang mengguncang pasar saham Indonesia, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah emiten tertentu. Meski secara keseluruhan mencatatkan aksi jual bersih dalam jumlah besar, beberapa saham justru menjadi tujuan utama pembelian asing pada perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp993,2 miliar di seluruh pasar. Namun, di balik arus keluar dana tersebut, terdapat sejumlah saham yang berhasil mencatatkan pembelian bersih asing atau net buy dalam nilai signifikan.

Fenomena ini menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi ketika mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia berada dalam tekanan jual yang kuat.

BUMI Pimpin Daftar Net Buy Asing

Saham sektor komoditas, pertambangan, perbankan, hingga emiten yang terafiliasi dengan kelompok konglomerasi menjadi sasaran akumulasi investor asing.

Berdasarkan data perdagangan, berikut 10 saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar:
1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp240,4 miliar

2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp112,1 miliar

3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp103,1 miliar

4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp95,4 miliar

Baca Juga :  Jejak Insinyur Indonesia di Balik Potensi Marvell Tembus US$1 Triliun

5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp84,5 miliar

6. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp74,7 miliar

7. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp72,1 miliar

8. PT Timah Tbk (TINS) Rp70,8 miliar

9. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp65,9 miliar

10. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp49,4 miliar

Dominasi saham berbasis komoditas dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa sektor sumber daya alam masih menarik perhatian investor asing di tengah ketidakpastian pasar. Selain itu, masuknya saham perbankan besar seperti BMRI mengindikasikan adanya minat terhadap emiten dengan fundamental kuat.

Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Meskipun terdapat aksi beli pada sejumlah saham pilihan, kondisi pasar secara umum masih berada dalam tekanan berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sempat memangkas sebagian pelemahan, tetapi tetap ditutup merosot tajam.

Pada akhir perdagangan, IHSG terkoreksi 4,11% atau turun 254,36 poin ke posisi 5.941,07.Tekanan jual terlihat merata di hampir seluruh papan perdagangan. Sebanyak 726 saham atau sekitar 75 persen emiten tercatat melemah. Sementara itu, hanya 75 saham yang berhasil menguat dan 158 saham bergerak stagnan.

Baca Juga :  Kejagung Tak Sita 21 Ribu Motor Listrik MBG Meski Ada Markup

Aktivitas perdagangan tetap berlangsung tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp24,96 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 35,83 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,71 juta kali transaksi.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun menjadi Rp10.

455 triliun seiring derasnya tekanan jual yang melanda pasar.

Sektor Bahan Baku dan Kesehatan Tertekan

Berdasarkan data Refinitiv, sektor bahan baku menjadi sektor dengan koreksi terdalam setelah turun 9,23%. Sementara itu, sektor kesehatan menyusul dengan pelemahan sebesar 6,37%.

Penurunan tajam pada kedua sektor tersebut mencerminkan tingginya tekanan yang terjadi di pasar saham domestik. Dalam situasi seperti ini, pergerakan investor asing pada saham-saham tertentu kerap menjadi indikator yang dicermati pelaku pasar untuk melihat potensi peluang investasi di tengah volatilitas yang tinggi.

Meski demikian, arus dana asing secara keseluruhan masih menunjukkan posisi jual bersih. Oleh karena itu, investor tetap perlu mencermati perkembangan sentimen pasar dan kondisi fundamental emiten sebelum mengambil keputusan investasi. (LLN/*)

Berita Terkait

Pleidoi Haru Nadiem Makarim: Penjara di Kepala Lebih Menyiksa
Kejagung Tak Sita 21 Ribu Motor Listrik MBG Meski Ada Markup
5 Jurusan Kuliah Paling Dicari dan Menjanjikan di Masa Depan
Efisiensi Anggaran BGN, Nanik Prioritaskan Mutu Program MBG
Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Perkecil Ukuran Produk
Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Kasus Korupsi MBG
Indonesia Jajaki Kerja Sama Kesehatan dengan Negara BRICS
Dengan Nilai Investasi 300 M, Jalur Kereta Api di Sumbar Bakal Diaktifkan Lagi
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pleidoi Haru Nadiem Makarim: Penjara di Kepala Lebih Menyiksa

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:04 WIB

Kejagung Tak Sita 21 Ribu Motor Listrik MBG Meski Ada Markup

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:55 WIB

10 Saham Paling Diburu Asing Saat IHSG Anjlok 4,11%

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:36 WIB

Efisiensi Anggaran BGN, Nanik Prioritaskan Mutu Program MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:08 WIB

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Perkecil Ukuran Produk

Berita Terbaru

Kejagung Tak Sita 21 Ribu Motor Listrik MBG Meski Ada Markup (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Kejagung Tak Sita 21 Ribu Motor Listrik MBG Meski Ada Markup

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:04 WIB