Nvidia Masuk Pasar Prosesor PC, Tantang Intel dan AMD

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nvidia Masuk Pasar Prosesor PC, Tantang Intel dan AMD ( Ilustrasi : rexus.id)

Nvidia Masuk Pasar Prosesor PC, Tantang Intel dan AMD ( Ilustrasi : rexus.id)

Dengarkabar.com – Nvidia memperluas dominasinya di industri teknologi dengan memasuki pasar prosesor komputer personal (PC). Perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin chip kecerdasan buatan (AI) itu resmi memperkenalkan RTX Spark, prosesor terbaru yang dirancang untuk menjadi otak utama komputer generasi berikutnya berbasis AI.

Pengumuman tersebut disampaikan CEO Nvidia Jensen Huang dalam ajang Computex di Taiwan, Senin (1/6) waktu setempat. Chip yang juga dikenal dengan nama N1X itu merupakan hasil kolaborasi Nvidia dan Microsoft, serta dijadwalkan hadir pada berbagai perangkat Windows mulai akhir 2025.

Sejumlah produsen besar seperti Microsoft, Dell, HP, Asus, Lenovo, dan MSI disebut akan mengadopsi prosesor baru tersebut dalam lini produk mereka.

Nvidia dan Microsoft Siapkan Era Baru PC AI

Dalam presentasinya, Huang menyebut kemunculan komputer berbasis AI akan membawa perubahan besar bagi industri, setara dengan transformasi telepon seluler menjadi smartphone.

Menurutnya, AI agent nantinya akan menjadi bagian yang terintegrasi langsung dalam komputer baru sehingga mampu menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri dan cerdas.

“Inovasi baru komputer ini sama pentingnya dengan inovasi HP menjadi apa yang sekarang kita kenal saat ini sebagai smartphone,” kata Huang seperti dikutip CNBC International.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi Nvidia dan Microsoft akan mendefinisikan ulang konsep komputer personal.

“Microsoft dan Nvidia akan mendefinisikan kembali PC. Ini adalah lini PC yang sepenuhnya direkayasa ulang dan diciptakan kembali pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir,” ujarnya.

Pada tahap awal, Nvidia berencana menghadirkan lebih dari 30 model laptop dan 10 desktop yang menggunakan chip RTX Spark.

Gabungkan GPU Blackwell dan CPU Arm Grace

RTX Spark mengombinasikan beberapa teknologi unggulan Nvidia dalam satu paket. Prosesor ini menggabungkan GPU Blackwell dengan CPU Grace berbasis arsitektur Arm yang dikembangkan khusus oleh perusahaan.

Baca Juga :  5 Jurusan Kuliah Paling Dicari dan Menjanjikan di Masa Depan

Selain itu, chip tersebut dilengkapi memori terpadu hingga 128 GB untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks.

Pengembangan RTX Spark juga melibatkan perusahaan teknologi asal Taiwan, MediaTek, yang membantu proses desain dan optimalisasi perangkat keras.

Langkah ini menandai perubahan penting dalam industri PC yang selama puluhan tahun didominasi prosesor berbasis x86 milik Intel dan AMD.

Arsitektur Arm Kian Mendominasi

Popularitas prosesor berbasis Arm terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkat efisiensi daya dan kemampuan pemrosesan yang lebih baik untuk berbagai kebutuhan modern.

Jensen Huang menyebut pasar CPU kini telah berkembang menjadi industri bernilai sekitar US$200 miliar atau setara Rp3.470 triliun.

Sinyal masuknya Nvidia ke pasar PC sebenarnya telah beredar sejak 2023. Saat itu Reuters melaporkan perusahaan sedang mengembangkan chip komputer berbasis Arm sebagai bagian dari strategi Microsoft untuk memperluas ekosistem Windows Arm.

Juru bicara Nvidia mengungkapkan bahwa proyek tersebut telah digarap bersama Microsoft selama bertahun-tahun. Ia mengklaim prosesor baru itu menawarkan performa lebih tinggi sekaligus efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan prosesor x86 tradisional.

Sementara itu, Intel yang menjadi pelopor arsitektur x86 sejak era 1970-an juga memperkenalkan prosesor pusat data Xeon 6+ terbaru pada ajang Computex yang sama.

Persaingan Semakin Ketat

Masuknya Nvidia membuat persaingan di pasar prosesor semakin sengit. Selain Intel dan AMD, Nvidia juga harus menghadapi Apple yang sukses mengembangkan chip Arm untuk lini MacBook melalui seri Apple Silicon.

Pada Maret 2025, Apple meluncurkan MacBook terbaru yang ditenagai chip M5. Di periode yang sama, Arm juga memperkenalkan CPU internal pertamanya, sementara AMD dilaporkan tengah mengembangkan prosesor PC berbasis Arm.

Laptop pertama yang menggunakan RTX Spark disebut memiliki ketebalan hanya sekitar 14 milimeter. Nvidia menargetkan segmen premium dengan desain tipis, ringan, dan mudah dibawa, sekaligus menghadirkan chip tersebut pada beberapa model desktop berukuran kompak.

Baca Juga :  Asal-usul Porsche 911 Carrera G50 Langka Milik Kolektor Viral

Akan Hadir di Segmen Laptop Lebih Terjangkau

Meski peluncuran awal difokuskan pada pasar premium, Nvidia memastikan RTX Spark akan diperluas ke berbagai kategori harga pada masa mendatang.

Untuk tahap awal, perusahaan membidik kreator konten, pengembang AI, serta gamer yang membutuhkan performa tinggi dalam perangkat berdesain ringkas.

Nvidia juga menyebut performa RTX Spark saat ini kurang lebih setara dengan GPU laptop unggulan mereka, RTX 5070. Detail metrik kinerja yang lebih lengkap akan diumumkan menjelang peluncuran resmi ke pasar.

Nvidia Siapkan Mesin Baru Pertumbuhan Data Center

Selain memperkenalkan RTX Spark, Jensen Huang juga mengumumkan bahwa CPU Vera untuk pusat data kini telah memasuki tahap produksi massal.

Menurut Huang, Nvidia tengah memproduksi jutaan unit CPU guna memenuhi permintaan pasar AI yang terus meningkat.

CPU Vera dijadwalkan tersedia pada akhir tahun ini dengan sejumlah pelanggan awal, termasuk Anthropic, OpenAI, xAI milik SpaceX, Dell, Oracle, dan CoreWeave.

Huang menilai Vera akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis baru Nvidia. Selain menawarkan performa tinggi, prosesor tersebut dirancang agar lebih hemat energi sehingga memungkinkan operator pusat data memasang lebih banyak unit tanpa meningkatkan konsumsi daya secara signifikan.

Wakil Presiden Hyperscale dan High Performance Computing Nvidia, Ian Buck, mengatakan CPU Vera mampu menghasilkan token AI hingga 1,8 kali lebih cepat dibandingkan prosesor x86 yang saat ini digunakan di berbagai pusat data.

Peningkatan tersebut diyakini dapat membuat agen AI bekerja lebih cerdas, menjalankan proses penalaran yang lebih panjang, sekaligus meningkatkan produktivitas dan potensi pendapatan bisnis data center di era kecerdasan buatan. (LLN/*)

Berita Terkait

5 Jurusan Kuliah Paling Dicari dan Menjanjikan di Masa Depan
Survei APJII 2026: Orang Indonesia Paling Banyak Memakai AI untuk Hiburan
Google Rilis Gemini Go, AI Ringan untuk Ponsel Entry-Level
Harga iPhone Juni 2026, Lini iPhone 13 Turun Jadi Rp8 Jutaan
Ambisi Sanofi Jadi Perusahaan Biofarmasi Pertama Berbasis AI
Asus Rilis ROG Zephyrus Duo GX651, Laptop Dua Layar Layar OLED RTX 5090
Jejak Insinyur Indonesia di Balik Potensi Marvell Tembus US$1 Triliun
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:31 WIB

Survei APJII 2026: Orang Indonesia Paling Banyak Memakai AI untuk Hiburan

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:31 WIB

Nvidia Masuk Pasar Prosesor PC, Tantang Intel dan AMD

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:04 WIB

Google Rilis Gemini Go, AI Ringan untuk Ponsel Entry-Level

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:02 WIB

Harga iPhone Juni 2026, Lini iPhone 13 Turun Jadi Rp8 Jutaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:05 WIB

Ambisi Sanofi Jadi Perusahaan Biofarmasi Pertama Berbasis AI

Berita Terbaru

Kejagung Tak Sita 21 Ribu Motor Listrik MBG Meski Ada Markup (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Kejagung Tak Sita 21 Ribu Motor Listrik MBG Meski Ada Markup

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:04 WIB