Dengarkabar.com – Nvidia memperluas dominasinya di industri teknologi dengan memasuki pasar prosesor komputer personal (PC). Perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin chip kecerdasan buatan (AI) itu resmi memperkenalkan RTX Spark, prosesor terbaru yang dirancang untuk menjadi otak utama komputer generasi berikutnya berbasis AI.
Pengumuman tersebut disampaikan CEO Nvidia Jensen Huang dalam ajang Computex di Taiwan, Senin (1/6) waktu setempat. Chip yang juga dikenal dengan nama N1X itu merupakan hasil kolaborasi Nvidia dan Microsoft, serta dijadwalkan hadir pada berbagai perangkat Windows mulai akhir 2025.
Sejumlah produsen besar seperti Microsoft, Dell, HP, Asus, Lenovo, dan MSI disebut akan mengadopsi prosesor baru tersebut dalam lini produk mereka.
Nvidia dan Microsoft Siapkan Era Baru PC AI
Dalam presentasinya, Huang menyebut kemunculan komputer berbasis AI akan membawa perubahan besar bagi industri, setara dengan transformasi telepon seluler menjadi smartphone.
Menurutnya, AI agent nantinya akan menjadi bagian yang terintegrasi langsung dalam komputer baru sehingga mampu menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri dan cerdas.
“Inovasi baru komputer ini sama pentingnya dengan inovasi HP menjadi apa yang sekarang kita kenal saat ini sebagai smartphone,” kata Huang seperti dikutip CNBC International.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi Nvidia dan Microsoft akan mendefinisikan ulang konsep komputer personal.
“Microsoft dan Nvidia akan mendefinisikan kembali PC. Ini adalah lini PC yang sepenuhnya direkayasa ulang dan diciptakan kembali pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir,” ujarnya.
Pada tahap awal, Nvidia berencana menghadirkan lebih dari 30 model laptop dan 10 desktop yang menggunakan chip RTX Spark.
Gabungkan GPU Blackwell dan CPU Arm Grace
RTX Spark mengombinasikan beberapa teknologi unggulan Nvidia dalam satu paket. Prosesor ini menggabungkan GPU Blackwell dengan CPU Grace berbasis arsitektur Arm yang dikembangkan khusus oleh perusahaan.
Selain itu, chip tersebut dilengkapi memori terpadu hingga 128 GB untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks.
Pengembangan RTX Spark juga melibatkan perusahaan teknologi asal Taiwan, MediaTek, yang membantu proses desain dan optimalisasi perangkat keras.
Langkah ini menandai perubahan penting dalam industri PC yang selama puluhan tahun didominasi prosesor berbasis x86 milik Intel dan AMD.
Arsitektur Arm Kian Mendominasi
Popularitas prosesor berbasis Arm terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkat efisiensi daya dan kemampuan pemrosesan yang lebih baik untuk berbagai kebutuhan modern.
Jensen Huang menyebut pasar CPU kini telah berkembang menjadi industri bernilai sekitar US$200 miliar atau setara Rp3.470 triliun.
Sinyal masuknya Nvidia ke pasar PC sebenarnya telah beredar sejak 2023. Saat itu Reuters melaporkan perusahaan sedang mengembangkan chip komputer berbasis Arm sebagai bagian dari strategi Microsoft untuk memperluas ekosistem Windows Arm.
Juru bicara Nvidia mengungkapkan bahwa proyek tersebut telah digarap bersama Microsoft selama bertahun-tahun. Ia mengklaim prosesor baru itu menawarkan performa lebih tinggi sekaligus efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan prosesor x86 tradisional.
Sementara itu, Intel yang menjadi pelopor arsitektur x86 sejak era 1970-an juga memperkenalkan prosesor pusat data Xeon 6+ terbaru pada ajang Computex yang sama.
Persaingan Semakin Ketat
Masuknya Nvidia membuat persaingan di pasar prosesor semakin sengit. Selain Intel dan AMD, Nvidia juga harus menghadapi Apple yang sukses mengembangkan chip Arm untuk lini MacBook melalui seri Apple Silicon.
Pada Maret 2025, Apple meluncurkan MacBook terbaru yang ditenagai chip M5. Di periode yang sama, Arm juga memperkenalkan CPU internal pertamanya, sementara AMD dilaporkan tengah mengembangkan prosesor PC berbasis Arm.
Laptop pertama yang menggunakan RTX Spark disebut memiliki ketebalan hanya sekitar 14 milimeter. Nvidia menargetkan segmen premium dengan desain tipis, ringan, dan mudah dibawa, sekaligus menghadirkan chip tersebut pada beberapa model desktop berukuran kompak.
Akan Hadir di Segmen Laptop Lebih Terjangkau
Meski peluncuran awal difokuskan pada pasar premium, Nvidia memastikan RTX Spark akan diperluas ke berbagai kategori harga pada masa mendatang.
Untuk tahap awal, perusahaan membidik kreator konten, pengembang AI, serta gamer yang membutuhkan performa tinggi dalam perangkat berdesain ringkas.
Nvidia juga menyebut performa RTX Spark saat ini kurang lebih setara dengan GPU laptop unggulan mereka, RTX 5070. Detail metrik kinerja yang lebih lengkap akan diumumkan menjelang peluncuran resmi ke pasar.
Nvidia Siapkan Mesin Baru Pertumbuhan Data Center
Selain memperkenalkan RTX Spark, Jensen Huang juga mengumumkan bahwa CPU Vera untuk pusat data kini telah memasuki tahap produksi massal.
Menurut Huang, Nvidia tengah memproduksi jutaan unit CPU guna memenuhi permintaan pasar AI yang terus meningkat.
CPU Vera dijadwalkan tersedia pada akhir tahun ini dengan sejumlah pelanggan awal, termasuk Anthropic, OpenAI, xAI milik SpaceX, Dell, Oracle, dan CoreWeave.
Huang menilai Vera akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis baru Nvidia. Selain menawarkan performa tinggi, prosesor tersebut dirancang agar lebih hemat energi sehingga memungkinkan operator pusat data memasang lebih banyak unit tanpa meningkatkan konsumsi daya secara signifikan.
Wakil Presiden Hyperscale dan High Performance Computing Nvidia, Ian Buck, mengatakan CPU Vera mampu menghasilkan token AI hingga 1,8 kali lebih cepat dibandingkan prosesor x86 yang saat ini digunakan di berbagai pusat data.
Peningkatan tersebut diyakini dapat membuat agen AI bekerja lebih cerdas, menjalankan proses penalaran yang lebih panjang, sekaligus meningkatkan produktivitas dan potensi pendapatan bisnis data center di era kecerdasan buatan. (LLN/*)










Komentar