Dengarkabar.com – Tren perawatan kecantikan tanah air kini tengah menggandrungi prosedur skin booster. Metode ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mendambakan kulit sehat, lembap, dan bercahaya dari dalam tanpa perlu mengubah struktur asli wajah.
Berbeda dengan produk perawatan wajah harian (skincare) yang hanya bekerja pada lapisan luar, skin booster melibatkan tindakan penyuntikan bahan aktif langsung ke dalam lapisan kulit. Proses tersebut efektif meningkatkan hidrasi, mengembalikan elastisitas, serta memperbaiki kualitas kulit secara menyeluruh.
Setiap jenis tindakan memiliki formula dan kegunaan yang berbeda. Dokter biasanya menyesuaikan pemilihan bahan dengan keluhan serta karakteristik kulit pasien. Merujuk data medis Alodokter, terdapat empat jenis bahan aktif yang paling sering di gunakan dalam prosedur ini.
1. Asam Hialuronat (Hyaluronic Acid)
Tubuh manusia sejatinya memproduksi asam hialuronat secara alami untuk menjaga kelembapan dan kekenyalan jaringan kulit. Kendati demikian, pertambahan usia membuat produksi zat ini terus menurun, sehingga memicu kulit kering, kendur, dan memunculkan garis-garis halus.
Suntikan asam hialuronat berfungsi mengembalikan kelembapan alami yang hilang, membuat wajah lebih kenyal, serta memberikan efek segar yang instan. Prosedur ini juga efektif menyamarkan bopeng bekas jerawat maupun noda luka ringan pada wajah.
2. DNA Salmon
Terapi menggunakan ekstrak DNA salmon sangat di minati karena struktur genetiknya memiliki kemiripan yang tinggi dengan DNA manusia. Kandungan ini bekerja aktif memperkuat lapisan pertahanan kulit (skin barrier) sekaligus mempercepat proses regenerasi sel baru. Dampaknya, kulit menjadi lebih kencang, terhidrasi dengan baik, serta memiliki daya tahan yang kuat terhadap risiko iritasi dan peradangan.
3. Peptida (Peptide)
Peptida memegang peran krusial sebagai komponen pembentuk protein dermal. Suntikan peptida memicu tubuh untuk memproduksi kolagen dalam jumlah yang lebih banyak. Peningkatan jumlah kolagen ini membuat tekstur wajah menjadi lebih halus, menjaga elastisitas, serta menyamarkan tanda-tanda penuaan dini agar wajah tampak awet muda.
4. Platelet-Rich Plasma (PRP)
Metode PRP memanfaatkan plasma darah kaya trombosit yang di ambil dari tubuh pasien sendiri. Darah tersebut kemudian di olah menggunakan mesin khusus hingga menghasilkan konsentrasi protein yang tinggi.
Protein pekat ini mempercepat perbaikan jaringan epitel yang rusak dan merangsang pertumbuhan sel baru. Hasilnya, rona wajah menjadi lebih cerah, tekstur permukaan kulit lebih rata, dan flek hitam memudar. Dokter biasanya memberikan PRP melalui injeksi langsung atau mengombinasikannya dengan tindakan dermaroller dan microneedling agar penyerapan cairan serum berjalan optimal.
Estimasi Waktu Perubahan Kulit
Pasien umumnya mulai melihat perubahan kondisi wajah dalam kurun waktu 3 hingga 7 hari setelah tindakan. Wajah akan terlihat jauh lebih segar, lembap, dan memancarkan kilau alami.
Hasil perawatan yang optimal biasanya baru terlihat jelas setelah memasuki minggu kedua hingga minggu keempat. Pada fase ini, garis-garis halus pada wajah mulai tersamarkan, tekstur kulit terasa jauh lebih halus, dan wajah tampak glowing merata. (Wd/*)










Komentar