Safari Diklaim Lebih Hemat Baterai dan Lebih Aman dari Chrome

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Safari Diklaim Lebih Hemat Baterai dan Lebih Aman dari Chrome (Foto : detikINET)

Safari Diklaim Lebih Hemat Baterai dan Lebih Aman dari Chrome (Foto : detikINET)

Dengarkabar.com – Persaingan di pasar browser kembali memasuki babak baru. Apple semakin gencar mempromosikan Safari sebagai browser yang tidak hanya menawarkan kecepatan tinggi, tetapi juga efisiensi baterai dan perlindungan privasi yang lebih baik dibandingkan Google Chrome.

Melalui berbagai pembaruan pada macOS, iOS, dan iPadOS, Apple menempatkan Safari sebagai browser yang dirancang khusus untuk memaksimalkan kinerja perangkat dalam ekosistemnya. Pendekatan tersebut diklaim mampu menghadirkan pengalaman menjelajah internet yang lebih ringan, responsif, dan aman bagi pengguna.

Salah satu keunggulan yang paling disorot adalah efisiensi daya. Apple menyebut Safari mampu memberikan daya tahan baterai hingga lima jam lebih lama dibandingkan Chrome saat digunakan untuk streaming video di perangkat Mac.

Optimalisasi Khusus untuk Perangkat Apple

Safari dikembangkan langsung oleh Apple dan dirancang agar terintegrasi secara mendalam dengan perangkat keras maupun perangkat lunak buatan perusahaan tersebut. Integrasi ini memungkinkan browser bekerja lebih efisien dibandingkan sejumlah browser pihak ketiga.

Optimalisasi tersebut memanfaatkan kemampuan chip Apple Silicon, termasuk lini prosesor M-series yang digunakan pada MacBook serta chipset terbaru pada iPhone dan iPad. Hasilnya, proses membuka halaman web, menggulir konten, hingga memutar video dapat berjalan lebih lancar.

Apple juga mengklaim mesin rendering Safari terus disempurnakan sehingga mampu menghadirkan performa yang lebih cepat. Bagi pengguna MacBook yang mengandalkan browser untuk bekerja, belajar, atau menikmati hiburan, peningkatan ini menjadi nilai tambah yang signifikan.

Diklaim Lebih Irit Baterai

Konsumsi memori dan baterai yang tinggi pada Chrome telah lama menjadi keluhan sebagian pengguna laptop. Apple memanfaatkan kondisi tersebut dengan menonjolkan efisiensi Safari sebagai salah satu keunggulan utama.

Baca Juga :  Kontroversi Distorsi Sejarah dalam Drama Korea, dari Joseon Exorcist hingga Perfect Crown

Menurut perusahaan, Safari mampu memperpanjang masa pakai baterai hingga lima jam lebih lama saat digunakan untuk aktivitas streaming video dibandingkan Chrome. Keunggulan ini dinilai penting bagi pengguna yang sering bekerja secara mobile atau bepergian tanpa akses mudah ke sumber daya listrik.

Selain itu, Safari dirancang untuk mengelola tab yang berjalan di latar belakang secara lebih efisien. Mekanisme tersebut membantu menekan penggunaan sumber daya perangkat sehingga konsumsi energi tetap terkendali.

Privasi Menjadi Fokus Utama

Selain mengedepankan performa, Apple terus memperkuat citra Safari sebagai browser yang berfokus pada perlindungan privasi pengguna.

Sejak 2019, Safari telah memblokir third-party cookies secara default. Kebijakan ini membuat pelacak iklan lebih sulit memantau aktivitas pengguna saat menjelajahi berbagai situs web.

Safari juga dilengkapi Intelligent Tracking Prevention (ITP), teknologi berbasis machine learning yang mampu mendeteksi dan memblokir pelacak secara otomatis sebelum mengumpulkan data pengguna. Melalui fitur Privacy Report, pengguna dapat melihat jenis pelacak yang berhasil diblokir oleh browser.

Anti-Fingerprinting untuk Mengurangi Pelacakan

Apple turut menghadirkan fitur Anti-Fingerprinting guna menghadapi metode pelacakan digital yang semakin berkembang.

Fingerprinting merupakan teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi pengguna berdasarkan karakteristik unik perangkat, seperti resolusi layar, jenis font, hingga konfigurasi browser. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membangun profil digital pengguna tanpa memerlukan cookies.

Safari berupaya mengurangi risiko tersebut dengan membuat informasi perangkat tampil lebih umum sehingga lebih sulit dikenali secara spesifik oleh sistem pelacak. Dengan demikian, identitas digital pengguna menjadi lebih terlindungi saat berselancar di internet.

Baca Juga :  Polri Sita Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar di Kasus Korupsi

Dukungan iCloud Private Relay

Bagi pelanggan iCloud+, Apple menyediakan layanan iCloud Private Relay yang berfungsi menyembunyikan alamat IP pengguna ketika mengakses internet.

Apple menyatakan sistem ini dirancang agar aktivitas browsing pengguna tidak dapat dilihat, termasuk oleh Apple sendiri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan perlindungan data pribadi.

Keamanan juga diperkuat pada mode Private Browsing. Selain menyembunyikan riwayat penelusuran, Safari tetap mengaktifkan perlindungan terhadap tracker dan teknologi anti-fingerprinting selama sesi privat berlangsung.

Pengguna bahkan dapat mengunci tab Private menggunakan Face ID atau Touch ID agar tidak mudah diakses oleh orang lain. Safari juga menghadirkan fitur Link Tracking Protection yang secara otomatis menghapus parameter pelacakan pada tautan yang biasa digunakan pengiklan untuk memonitor aktivitas pengguna.

Tak hanya itu, browser ini memungkinkan pengguna memilih mesin pencari yang berbeda khusus untuk sesi Private Browsing.

Safari Kian Kompetitif di Era Privasi Digital

Kombinasi performa tinggi, efisiensi baterai, dan perlindungan privasi yang semakin agresif membuat Safari menjadi pesaing yang semakin kuat di pasar browser.

Bagi pengguna perangkat Apple, Safari kini tidak lagi sekadar aplikasi bawaan, melainkan mulai dipandang sebagai pilihan praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan data dan daya tahan baterai, strategi Apple melalui Safari dinilai semakin relevan dan berpotensi menarik lebih banyak pengguna untuk beralih dari Chrome. (LLN/*)

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB