Dengarkabar.com – Marvell Technology menjadi perhatian pasar global setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut perusahaan semikonduktor tersebut berpotensi menjadi perusahaan teknologi bernilai US$1 triliun berikutnya. Pernyataan itu langsung memicu lonjakan minat investor dan mengangkat harga saham Marvell ke level tertinggi dalam sejarah pergerakannya.
Pada perdagangan Selasa, saham Marvell melesat 32,52 persen. Kenaikan tersebut menjadi lonjakan harian terbesar yang pernah dicatat perusahaan sejak berdiri.
Dalam ajang Computex Week di Taipei, Huang menyampaikan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang Marvell saat tampil bersama CEO Marvell, Matthew Murphy.
“Marvell ditetapkan menjadi perusahaan bernilai triliunan dolar berikutnya,” kata Huang.
Pernyataan tersebut memperkuat optimisme pasar bahwa Marvell berada di jalur yang tepat untuk memanfaatkan pertumbuhan pesat industri kecerdasan buatan (AI) dan pusat data global.
Peran Strategis di Era AI
Menurut Huang, perkembangan AI modern tidak hanya ditentukan oleh kemampuan komputasi yang semakin besar, tetapi juga oleh kemampuan ribuan chip untuk saling terhubung dan bertukar data secara cepat.
Ia menilai teknologi konektivitas yang dikembangkan Marvell kini menjadi komponen krusial dalam infrastruktur pusat data AI.
“Ketika Anda mengambil suatu masalah komputasi, dan Anda memecahnya menjadi banyak bagian, dan Anda mendistribusikannya ke seluruh pusat data, yang diperlukan adalah konektivitas,” ujar Huang.
“Itulah alasan mengapa Matt berprestasi dengan sangat baik. Itulah alasan mengapa Marvel sangat penting.”
Saat ini, kapitalisasi pasar Marvell telah melampaui US$250 miliar. Meski masih cukup jauh dari valuasi US$1 triliun, banyak pelaku pasar menilai perusahaan memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang investasi besar-besaran di sektor AI, komputasi awan, dan pusat data.
Dibangun oleh Insinyur Kelahiran Jakarta
Di balik kesuksesan Marvell saat ini, terdapat sosok insinyur kelahiran Jakarta, Sehat Sutardja, yang menjadi pendiri perusahaan hampir tiga dekade lalu.
Pada 1995, Sehat mendirikan Marvell bersama istrinya, Weili Dai, serta saudaranya, Pantas Sutardja. Mereka memulai perusahaan dengan modal sekitar US$350.000.
Ketika itu, pasar chip penyimpanan data masih didominasi perusahaan besar seperti Texas Instruments. Namun, Sehat memilih pendekatan berbeda dengan mengembangkan teknologi CMOS untuk chip read-channel hard drive.
Langkah tersebut dianggap berisiko karena banyak pihak meragukan kemampuan teknologi CMOS untuk menyaingi solusi yang saat itu sudah mapan di industri.
Titik Balik Bersama Seagate
Perjalanan awal Marvell tidak berjalan mudah. Sejumlah produsen besar menolak bekerja sama karena perusahaan tersebut masih berukuran kecil dan belum memiliki rekam jejak yang kuat.
Momentum penting datang ketika Seagate Technology memberikan kesempatan kepada Marvell untuk menyelesaikan tantangan teknis pada generasi baru hard drive.
Tim Marvell berhasil memenuhi target yang diminta hanya dalam waktu tiga bulan. Keberhasilan itu membuat Seagate menggantikan Texas Instruments sebagai pemasok utama dan menjadikan Marvell sebagai mitra strategis.
Keputusan tersebut menjadi titik balik yang membuka jalan bagi ekspansi bisnis perusahaan ke tingkat global.
Tumbuh Menjadi Pemain Teknologi Global
Setelah memperkuat posisinya di industri penyimpanan data, Marvell melantai di Nasdaq pada 2000. Perusahaan kemudian memperluas portofolio bisnis melalui sejumlah akuisisi strategis.
Salah satu langkah penting dilakukan pada 2006 ketika Marvell mengakuisisi bisnis prosesor XScale milik Intel. Setahun berselang, chip Wi-Fi buatan Marvell digunakan pada iPhone generasi pertama, memperkuat posisinya dalam rantai pasok teknologi dunia.
Seiring perkembangan industri, fokus bisnis Marvell beralih ke sektor-sektor dengan pertumbuhan tercepat, termasuk pusat data, jaringan AI, komputasi awan, teknologi 5G, dan berbagai infrastruktur digital.
Kinerja Keuangan Terus Menguat
Transformasi bisnis tersebut tercermin pada kinerja keuangan perusahaan. Pada kuartal pertama tahun fiskal 2027, Marvell mencatat pendapatan sebesar US$2,4 miliar, melampaui perkiraan para analis.
Manajemen perusahaan juga memperkirakan tren pertumbuhan pendapatan akan berlanjut sepanjang tahun. Permintaan dari sektor pusat data menjadi salah satu pendorong utama peningkatan bisnis.
Kondisi ini semakin memperkuat pandangan investor bahwa Marvell memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Warisan Sehat Sutardja
Meski Sehat Sutardja mengundurkan diri dari Marvell pada 2016 dan meninggal dunia pada September 2024, visi yang dibangunnya masih menjadi fondasi utama pertumbuhan perusahaan hingga kini.
Sebagai penemu dan rekan penemu lebih dari 440 paten, Sehat dikenal sebagai salah satu tokoh yang berkontribusi besar terhadap perkembangan industri semikonduktor modern.
Kini, ketika Nvidia melihat Marvell sebagai kandidat perusahaan teknologi bernilai US$1 triliun berikutnya, pasar tidak hanya menyoroti ledakan industri AI. Di balik optimisme tersebut, terdapat hasil dari visi jangka panjang seorang insinyur asal Indonesia yang membangun fondasi perusahaan sejak hampir 30 tahun lalu.







Komentar