Dengarkabar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, pada Minggu pukul 01.56 WIB. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan informasi resmi BMKG yang dipantau dari Jakarta, pusat gempa berada sekitar 124 kilometer di tenggara Tutuyan. Gempa terjadi pada koordinat 0,26 Lintang Selatan dan 125,07 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski tidak memicu tsunami, gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Di Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, getaran tercatat mencapai skala III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Sementara itu, guncangan de
ngan intensitas III MMI juga dirasakan di wilayah Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Pada skala III MMI, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah dan seolah-olah terdapat truk besar yang sedang melintas. Adapun pada skala IV MMI, gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam bangunan pada siang hari, bahkan sebagian orang yang berada di luar ruangan juga dapat merasakannya.
BMKG Belum Mendeteksi Gempa Susulan
Hingga pukul 02.15 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan di wilayah tersebut.
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga diminta tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG.
Pentingnya Kewaspadaan Pascagempa
Kendati gempa kali ini tidak berpotensi tsunami, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko saat terjadi bencana. Masyarakat di daerah rawan gempa disarankan memahami prosedur evakuasi mandiri dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal tetap aman setelah terjadi guncangan.
Informasi resmi dari BMKG menjadi rujukan utama untuk memperoleh perkembangan terkini terkait aktivitas kegempaan di wilayah Indonesia. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, masyarakat diharapkan dapat merespons situasi darurat secara lebih tepat dan aman. (LLN/*)










Komentar