Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami (Foto:SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-BMKG)

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami (Foto:SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-BMKG)

Dengarkabar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, pada Minggu pukul 01.56 WIB. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan informasi resmi BMKG yang dipantau dari Jakarta, pusat gempa berada sekitar 124 kilometer di tenggara Tutuyan. Gempa terjadi pada koordinat 0,26 Lintang Selatan dan 125,07 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Meski tidak memicu tsunami, gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Di Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, getaran tercatat mencapai skala III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Sementara itu, guncangan de

Baca Juga :  Prabowo Tunjuk Wakil Jaksa Agung dan Jampidsus Baru

ngan intensitas III MMI juga dirasakan di wilayah Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Pada skala III MMI, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah dan seolah-olah terdapat truk besar yang sedang melintas. Adapun pada skala IV MMI, gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam bangunan pada siang hari, bahkan sebagian orang yang berada di luar ruangan juga dapat merasakannya.

BMKG Belum Mendeteksi Gempa Susulan

Hingga pukul 02.15 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan di wilayah tersebut.

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga diminta tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG.

Baca Juga :  Baseus PicoGo Air AM71 Resmi Meluncur, Usung Desain Setipis Kartu

Pentingnya Kewaspadaan Pascagempa

Kendati gempa kali ini tidak berpotensi tsunami, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko saat terjadi bencana. Masyarakat di daerah rawan gempa disarankan memahami prosedur evakuasi mandiri dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal tetap aman setelah terjadi guncangan.

Informasi resmi dari BMKG menjadi rujukan utama untuk memperoleh perkembangan terkini terkait aktivitas kegempaan di wilayah Indonesia. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, masyarakat diharapkan dapat merespons situasi darurat secara lebih tepat dan aman. (LLN/*)

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB